Siswi Pemulung di Bantargebang Sempat Pupus Harapan Lanjut Sekolah Kini Masuk SMP Negeri

Infobekasi.co.id – Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, angkat bicara mengenai anak pemulung di Bantargebang yang diduga tidak dapat melanjutkan pendidikan ke SMP Negeri. Tri menyebut, anak berinisial KAP tersebut warga Kabupaten Bekasi.

“Kota Bekasi sudah melaksanakan sistem pendaftaran online secara penuh, yang dibagi berdasarkan jalur yang ada, yaitu jalur prestasi, zonasi, mutasi, dan afirmasi. Nah, berdasarkan video yang beredar, anak tersebut jelas masuk melalui jalur prestasi,” jelas Tri, Senin, 7 Juli 2025.

Siswi tersebut memiliki nilai cukup baik, kemudian mendaftar melalui jalur prestasi. Namun, pendaftaran itu ditolak. Alasannya, Ia bukan warga Kota Bekasi, melainkan warga Kabupaten Bekasi.

“Pada saat dia masuk melalui jalur prestasi, tentu saja sistem otomatis akan menolak. Karena yang bersangkutan tidak tinggal di Kota Bekasi,” tegas Tri.

Di tempat terpisah, Kang Dedi Mulyadi (KDM), sapaan akrab Gubernur Jawa Barat, kemudian menghubungi Tri setelah video siswi tersebut viral di media sosial. KDM meminta agar anak itu diupayakan untuk masuk ke sekolah di Kota Bekasi.

Menanggapi permintaan KDM, Tri menjelaskan bahwa siswi tersebut tidak bisa sekolah di wilayahnya, dengan alasan sistem penerimaan siswa baru sudah mengacu pada sistem online sesuai domisili.

“Saya sampaikan, kondisi Kota Bekasi sudah online, sehingga pasti akan tertolak oleh sistem. Oleh karena itu, Pak KDM memberi petunjuk untuk berkoordinasi dengan Kabupaten (Bupati),” ujarnya.

Koordinasi yang dilakukan dengan Bupati Bekasi, Ade Kuswara Kunang, berbuah hasil dengan anak tersebut berhasil masuk ke salah satu SMP Negeri di Kecamatan Setu.

“Saya berkoordinasi pagi itu dengan Pak Bupati, dan beliau bergerak cepat. Ternyata, Dia bisa masuk melalui jalur zonasi di SMP 2 Setu, jadi artinya yang bersangkutan sudah sesuai dengan jalurnya,” kata Tri.

Berita sebelumnya, viral di media sosial, seorang siswi SD Bantargebang curhat mengenai prestasi akademiknya yang baik, tetapi tidak dapat melanjutkan ke sekolah SMP Negeri.

“Saya pelajar di Bantargebang, Kota Bekasi, baru saja lulus sekolah dasar, dan bermimpi untuk melanjutkan ke SMP Negeri di Bantargebang. Nilai saya juga bagus, tetapi orang tua saya pemulung, dan kini saya gagal masuk sekolah negeri,” cerita siswi itu dalam video tersebut.

Reporter : Fahmi

Editor. : Deros

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini