Infobekasi – Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bekasi menyoroti angka pengangguran terbuka di wilayahnya lebih tinggi dibandingkan secara nasional, meskipun terjadi tren penurunan dampak dari pertumbuhan ekonomi di wilayah setempat.
Anggota Komisi IV DPRD Kota Bekasi, Bambang Purwanto mengatakan, berdasarkan data angka pengangguran terbuka di Kota Bekasi tahun ini mencapai 7,8 persen dari jumlah penduduk. Jumlah ini mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya mencapai 7,9 persen.
“Cuma angka ini lebih tinggi dibandingkan angka pengangguran nasional, bahkan kalau tidak salah, angka pengangguran di Kota Bekasi tertinggi di Jawa Barat,” kata Bambang dalam sebuah pernyataan dikutip Selasa, 26 Agustus 2025. Berdasarkan catatan, angka pengangguran secara nasional mencapai 7,2 persen.
Melihat fakta itu, Bampur-sapaan akrabnya- mengaku cukup miris. Apalagi alokasi anggaran yang diberikan kepada Dinas Tenaga Kerja selama setahun anggaran dianggap cukup kecil. Ia menyebut, tahun 2026, alokasi anggaran ke Disnaker sebesar Rp 18 miliar.
“Saya akan mendorong ini menjadi perhatian Pak wali kota,” kata Bambang. Sebab, menurut dia, beban kerja dari dinas tenaga kerja cukup berat, mulai pengawasan ketenagakerjaan sampai membuka lapangan pekerjaan untuk mengurangi pengangguran di Kota Bekasi. Sementara alokasi anggaran dianggap kecil.
Menurut dia, isu pengangguran harus menjadi perhatian serius. Sedangkan, kompetensi tenaga kerja masih jauh dibandingkan secara global. Apalagi, kata dia, Kota Bekasi memegang rekor tertinggi nilai upah minimum se Indonesia yaitu Rp 5,6 juta per bulan.
“Global artinya bisa negara tetangga, bisa Thailand, Vietnam itu sangat jauh. Keterampilan belum punya, upah sudah tinggi,” ucap Bambang. Ia mengatakan, pentingnya membuka Pendidikan vokasi dan pemagangan untuk menciptakan tenaga kerja terampil.
“Saya lihat dari diskusi awal (diskusi dengan dinas tenaga kerja) belum kelihatan menuju ke arah situ. Mudah-mudahan saya di banggar (badan anggaran) saya suarakan juga terkait dengan kondisi ketenagakerjaan,” kata Bambang berjanji akan memperjuangkan penambahan anggaran bagi dinas tenaga kerja.
Advertorial





























