infobekasi.co.id – Di dunia ikan hias, ada satu spesies yang selalu membuat orang terheran-heran saat pertama kali melihatnya, Upside-Down Catfish atau sering dijuluki lele terbalik. Sesuai namanya, ikan kecil asal Afrika ini memang terbiasa berenang dengan posisi perut di atas dan punggung di bawah. Perilaku ini bukan karena sakit, melainkan bagian dari cara hidup alaminya.
Nama ilmiahnya adalah Synodontis nigriventris. Ikan ini berasal dari Cekungan Sungai Kongo di Afrika Tengah. Di habitat aslinya, mereka hidup di perairan tenang atau berarus lambat yang penuh dengan tumbuhan air, akar, serta kayu apung. Lingkungan seperti ini memberi mereka banyak tempat bersembunyi di siang hari, sebab mereka lebih aktif saat malam.
Ciri-ciri fisiknya, panjang tubuh dewasa hanya sekitar 10–13 cm, sehingga tergolong ikan mungil. Tubuhnya bercorak totol cokelat kehitaman. Bagian perutnya justru lebih gelap dibanding punggungnya, kebalikan dari kebanyakan ikan. Ini adalah adaptasi khusus agar tetap kamuflase saat berenang terbalik di permukaan air. Seperti lele pada umumnya, mereka memiliki kumis (sungut) yang peka untuk mencari makan di kegelapan.
Mengapa Berenang Terbalik?Ada dua alasan utama mengapa lele ini memilih berenang terbalik. Pertama strategi makan: dengan posisi perut di atas, mereka bisa menjangkau lumut, alga, atau sisa makanan yang menempel di permukaan air atau bagian bawah daun.
Kedua, pertahanan diri: tubuh dengan perut gelap membantu mereka menyamarkan diri dari predator saat dilihat dari bawah.
Upside-Down Catfish dikenal sebagai ikan yang damai dan cocok dipelihara bersama spesies lain di akuarium komunitas. Mereka lebih percaya diri jika dipelihara dalam kelompok kecil (3–4 ekor). Pada siang hari, mereka cenderung bersembunyi, tetapi akan lebih aktif berenang pada malam hari.
Perawatan di Akuarium. Bagi penghobi ikan hias, lele terbalik termasuk mudah dipelihara. Akuarium, minimal 75 liter (20 galon). Suhu air 22–28 °C, dengan pH 6–7,5. Dekorasi, kayu apung, batu, atau gua kecil sebagai tempat bersembunyi. Makanan, omnivora, bisa diberi pelet tenggelam, bloodworm, cacing kecil, hingga wafer alga.
Ikan ini berkembang biak dengan cara bertelur di celah atau gua. Dalam kondisi akuarium, pemijahan cukup sulit tetapi bukan tidak mungkin dilakukan.
Menurut data IUCN Red List, Synodontis nigriventris termasuk kategori Least Concern, artinya populasinya di alam masih stabil. Meski begitu, eksploitasi berlebihan atau kerusakan habitat tetap bisa menjadi ancaman di masa depan.
Jadi, ikan Upside-Down Catfish adalah salah satu spesies unik di dunia ikan air tawar. Perilakunya yang berenang terbalik bukan hanya menghibur mata penghobi, tetapi juga bukti betapa luar biasanya adaptasi hewan terhadap lingkungan. Tidak heran jika ikan mungil dari Afrika ini menjadi primadona di akuarium komunitas di berbagai belahan dunia.
Gimana warga Bekasi, kalian berminat pelihara ikan ini?
Dede Rosyadi
#IkanLeleTerbalik #infobekasi #Bekasi #Hobi








































