infobekasi.co.id – Buah Manecu, yang juga dikenal sebagai kenitu, bisa dibilang sebahgai salah satu buah jadul yang masih ada di Indonesia. Setiap musim panen tiba, sekitar bulan September hingga Oktober, biasanya jalur utama Lumajang-Probolinggo berubah menjadi pasar buah dadakan, bahkan sampai ke Malang.
Warga menjajakan manecu hasil kebun dengan harga terjangkau, dan para pembeli sering kali berburu buah ini lantaran rasanya manis serta teksturnya yang lembut, sekaligus ‘obat’ rasa rindu nostalgia mereka yang lahir di era 90-an.
Buah dengan nama ilmiah Chrysophyllum cainito ini bukan sekadar lezat. Kandungan gizinya cukup lengkap, rendah kalori, kaya serat, serta mengandung kalsium, vitamin C, vitamin A, dan zat besi. Tak heran jika manecu sering disebut sebagai buah sehat yang bisa menjadi camilan alami tanpa perlu khawatir berat badan naik.
Tahun 2019, Pemerintah Kabupaten Lumajang sempat menggelar Festival Manecu Na Dejeh untuk memperkenalkan buah khas ini melalui lomba kreasi kuliner. Sayangnya, agenda tahunan itu terhenti akibat pandemi.
Meski demikian, pemerintah daerah bersama petani berharap promosi manecu dapat terus dilakukan, terutama saat musim panen, agar semakin banyak masyarakat yang mengenal buah lokal ini. Bagi sebagian warga, manecu bukan hanya sekadar makanan, melainkan juga bagian dari identitas daerah.
“Hanya Gen Milenial yang paham buhah ini,” tulis Warsono, saat menyambangi kampung halamannya di wilayah Malang, Jawa Timur, Rabu (10/9/25).
Harapannya, buah ini tidak hanya bertahan sebagai kenangan masa lalu, tetapi juga hadir kembali menjadi buah yang dinikmati generasi mendatang.
Dede Rosyadi
#BuahManecu #Infobekasi #Kenitu #BuahJadul






























