Di Balik Layar Radio Usang, Kisah Pendengar Setia di Era Digital

infobekasi.co.id – Di tengah gemerlap teknologi dan streaming musik tanpa batas, ada sosok yang tetap setia pada kotak ajaib bernama radio. Di sebuah sudut rumah sederhana, tampak seorang pria dengan tekun memutar kenop radio usangnya.

Ia bukan mencari siaran berita terkini atau lagu-lagu hits, melainkan menikmati nostalgia dan kehangatan yang hanya bisa didapatkan dari gelombang radio jadul.

Nawi Setiawan, pria kelahiran 1985 warga Teluk Angsan, Bekasi, adalah potret diantara para pendengar radio jadul sejati. Di era ketika semua orang beralih ke ponsel pintar, Ia justru merasa nyaman dengan radio kesayangannya.

“Radio ini sudah menemani saya sejak muda. Suaranya itu lho, khas dan bikin kangen,” ujar Nawi sambil tersenyum, saat berbincang dengan infobekasi, Selasa (23/9/25) malam.

Di atas meja kerjanya yang penuh dengan perkakas dan barang-barang antik, radio itu berdiri kokoh. Di sebelahnya, sebuah ponsel menampilkan video dari masa lalu. Kontras yang menarik, antara teknologi lama dan baru yang berdampingan. Bagi Nawi, radio bukan sekadar alat elektronik, melainkan bagian dari perjalanan hidupnya.

“Dulu, radio itu jendela dunia. Kita bisa tahu berita, dengar musik, bahkan belajar bahasa asing dari radio,” kenang pria murah senyum itu.

Kini, meski internet menawarkan segalanya, ia tetap memilih radio sebagai teman setia. “Radio itu jujur. Apa adanya. Nggak ada filter atau editan,” tambahnya.

Bagi generasi muda, mungkin radio hanyalah barang antik yang ketinggalan zaman. Namun, bagi Nawi dan jutaan pendengar setia lainnya, radio adalah sumber kebahagiaan dan nostalgia yang tak ternilai harganya. Di balik layar radio usang, tersimpan kisah tentang kesetiaan, kenangan, dan cinta yang abadi.

Editor: Deros

#Radio #infobekasi #Bekasi #Nostalgia

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini