infobekasi.co.id – Fenomena alam berupa petir dan guntur seringkali menyertai hujan deras. Namun, tahukah Anda mengapa petir menggelegar dan bagaimana proses terjadinya?
Dari data dihimpun infobekasi, petir adalah pelepasan muatan listrik statis yang besar di atmosfer. Proses ini terjadi ketika perbedaan muatan antara awan dan permukaan bumi atau awan lainnya mencapai titik kritis. Sementara itu, guntur adalah suara keras yang dihasilkan oleh pemanasan udara secara tiba-tiba akibat sambaran petir.
Gesekan antara partikel es, butiran air, dan udara menyebabkan bagian atas awan bermuatan positif, sementara bagian bawah bermuatan negatif.
Ketika petir menyambar, udara di sekitarnya dipanaskan hingga suhu ekstrem, mencapai sekitar 30.000°C. Pemanasan yang cepat ini menyebabkan udara memuai secara tiba-tiba, menciptakan gelombang kejut yang kita dengar sebagai guntur.
Mengapa kita melihat kilatan petir terlebih dahulu sebelum mendengar guntur? Hal ini disebabkan oleh perbedaan kecepatan rambat cahaya dan suara. Cahaya bergerak jauh lebih cepat daripada suara.
Saat terjadi petir, penting untuk mencari perlindungan di dalam ruangan yang aman. Hindari tempat terbuka, benda-benda logam, dan segera cabut peralatan elektronik dari sumber listrik.
Dengan memahami proses terjadinya petir dan guntur, diharapkan masyarakat dapat lebih waspada dan mengambil langkah-langkah pencegahan yang tepat saat cuaca buruk.
Dede Rosyadi
#petir #infobekasi #Geludug #Hujan #Cuaca








































