Infobekasi.co.id – Warga di Kelurahan Aren Jaya, Bekasi Timur, terpaksa tidak mandi lantaran pasokan air bersih dari Perumda Tirta Patriot terhenti sejak Jumat, 3 Oktober 2025.
Eti, seorang warga berusia 55 tahun, mengatakan bahwa kondisi ini memaksanya untuk membeli air galon guna memenuhi berbagai kebutuhan mendesak.
“Untuk kebutuhan sehari-hari, saya harus membeli air galon isi ulang seharga Rp 5 ribu. Sekarang sudah beli 10 galon, dan airnya digunakan untuk mandi,” ujar Eti, di Bekasi, Senin, 6 Oktober 2025.
Dalam situasi krisis ini, penggunaan air isi ulang sangat diminimalkan hanya untuk keperluan mendesak seperti membilas wajah atau buang air kecil.
“Untuk keperluan membersihkan rumah, sementara tidak bisa dilakukan karena air sangat terbatas,” tambahnya.
Warga lain, Ody Kurniawan, dari RW 09 juga merasakan dampak serupa. Kondisi ini membuatnya terpaksa tidak mandi sebelum berangkat kerja. Meskipun air sempat mengalir hari Minggu 5 Oktober 2025. Namun, air yang keluar kotor dan keruh. Ia pun memutuskan untuk tidak mandi.
“Sempat menyala tapi airnya kotor. Sekarang mati lagi. Di rumah, kami juga membeli air galon isi ulang yang digunakan untuk keperluan lain, karena kalau untuk mandi, airnya terlalu banyak terpakai,” tutur Ody.
Di tempat terpisah, Manager Zona 4 Perumda Tirta Patriot, Joni Purwanto, menjelaskan, bahwa penyebab gangguan air ini adalah kebocoran pipa akibat pekerjaan pihak ketiga.
“Kebocoran pipa ini baru diketahui sejak Jumat sore akibat kegiatan boring dari pihak ketiga, entah Telkom atau PLN. Awalnya dari situ,” beber Joni kepada awak media.
Pipa utama pecah akibat proses boring di sekitar Jalan Setia Mekar. Pihaknya telah melakukan perbaikan, namun membutuhkan waktu karena banyak titik air pada pipa yang sudah kosong.
Penambahan debit air bahkan sudah dilakukan pada hari Sabtu, namun pipa tersebut kembali jebol. “Karena tekanan yang tinggi, pipa di daerah Poncol jebol lagi,” jelas Joni.
Reporter : Fahmi
Editor : Dede Rosyadi






























