Infobekasi.co.id – Jagat maya dihebohkan dengan video yang memperlihatkan sebuah jembatan di Kota Bekasi terendam banjir. Video tersebut viral dan memicu kekhawatiran di kalangan warganet. Dalam video yang beredar, terlihat permukaan aspal jembatan hampir menyentuh air kali yang berarus deras. Warga pun tampak berkerumun di sekitar jembatan tersebut.
Video tersebut diunggah oleh akun TikTok @M Ramintea dengan narasi “Area Jati Asih, Pondok Gede, Bekasi Banjir” dan telah ditonton lebih dari 1,7 juta kali.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, turut merespons video tersebut melalui akun Instagram @dedimulyadi71. Ia memposting ulang video tersebut dan menyandingkannya dengan video lain yang menunjukkan kondisi sebenarnya di lapangan, sebagai bentuk klarifikasi.
“Kondisinya normal, tidak ada luapan air Kali Bekasi. Kondisi di seberang Perumahan PHP Jatiasih, curah hujan hanya rintik-rintik, hari Minggu, 26 Oktober 2025, pukul 15.30 WIB,” ujar seseorang dalam video klarifikasi yang diambil di sekitar Jembatan Cipendawa, Jatiasih.
Pantauan Infobekasi.co.id menunjukkan, jembatan yang viral di media sosial tersebut sebenarnya adalah Jembatan Patal yang berada di Jalan Teluk Buyung, Bekasi Utara, bukan di Jatiasih.
Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, menegaskan, bahwa video tersebut adalah hoaks. Ia memastikan bahwa video tersebut merupakan rekaman lama yang diunggah kembali oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
“Tadi malam Gubernur Jawa Barat, Pak Dedi Mulyadi, langsung menelepon saya terkait pemberitaan banjir di Pondok Gede Permai. Setelah kami cek, ternyata kondisi di lapangan tidak ada banjir. Video yang beredar merupakan rekaman lama yang kembali diunggah oleh pihak yang tidak bertanggung jawab,” kata Tri Adhianto, Senin, 27 Oktober 2025.
Tri Adhianto sangat menyesalkan penyebaran video hoaks tersebut dan mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam menerima dan menyebarkan informasi di media sosial.
“Kita harus belajar dari kasus ini. Informasi yang sudah lama bisa dimunculkan kembali dan menimbulkan persepsi negatif terhadap pemerintah maupun lembaga pendidikan. Maka penting bagi kita untuk selalu update dan melakukan verifikasi sebelum informasi menyebar luas,” imbaunya.
Reporter : Fahmi
EditorĀ : Dede R








































