Bangli Wisma Jaya Ditertibkan, Pedagang Pasrah Berharap Mendapat Solusi

Infobekasi.co.id –  Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi mengambil tindakan tegas dengan menertibkan bangunan liar (bangli) di Kompleks Wisma Jaya, RW 17, Kelurahan Duren Jaya, Bekasi Timur, Rabu kemarin. Penertiban ini menandai perubahan signifikan bagi kawasan selama ini dikenal sebagai denyut ekonomi informal.

Setelah pembongkaran berlangsung intensif, area bangli kini rata dengan tanah. Lahan ini, yang seharusnya menjadi Prasarana, Sarana, dan Utilitas Umum (PSU), kini menyisakan puing-puing bangunan. Pantauan Infobekasi di lokasi, Kamis, 27 November 2025, terlihat sisa-sisa pembongkaran tersebut.

Beberapa warga memungut material sisa, seperti kayu dan besi, untuk dimanfaatkan kembali atau dijual. Area ini sebelumnya merupakan tempat strategis bagi kegiatan ekonomi masyarakat, menjadi wadah bagi berbagai pedagang kecil yang menggantungkan hidupnya di sana.

Bangli Wisma Jaya menjadi rumah bagi beragam usaha mikro, mulai dari warung kelontong, rumah makan sederhana, warung sate, penjual mi ayam, kedai es kelapa, bengkel motor, hingga jasa potong rambut. Keberadaan mereka memberikan warna tersendiri bagi kehidupan ekonomi lokal.

Lantas, ke mana para pedagang ini pindah? Belum ada informasi pasti mengenai relokasi atau kompensasi yang akan diberikan Pemkot Bekasi. Ketidakpastian ini tentu menjadi beban tersendiri bagi para pedagang yang kehilangan mata pencaharian.

Abdi, seorang warga sekitar, mengungkapkan, pembongkaran dimulai kemarin pagi. Banyak pedagang makanan dan minuman yang terpaksa menghentikan aktivitasnya.

Pedagang lain, Umar berusia 58 tahun, pedagang sate yang telah berjualan sejak tahun 1995, hanya bisa pasrah. Umar mengaku telah membongkar sendiri lapaknya setelah menerima sosialisasi selama tiga bulan terakhir.

“Sudah dari 1995 saya di sini. Ini memang program Pemda, kami hanya bisa mengikuti,” ucapnya.

Umar dan pedagang lainnya berharap Pemkot Bekasi segera memberikan solusi. Mereka juga menantikan kejelasan mengenai rencana pemanfaatan lahan tersebut.

“Kami belum tahu lahan ini akan digunakan untuk apa. Semoga ada solusi yang baik untuk kami semua,” harap Umar.

Reporter : Fahmi

Editor : Dede R

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini