Dari Australia Kembali ke Bekasi, Waluyo Tawarkan Jasa Les Bahasa Inggris Dengan Cara Unik

Infobekasi.co.id – Diantara deru suara kendaraan yang melintas di sisi jalan kawasan Harapan Indah, Medan Satria, Kota Bekasi, terlihat seorang pria tua bersama motornya, menawarkan jasa private kursus bahasa Inggris.

Agar orang-orang tertarik melihatnya, Pria itu memasang papan bertuliskan “Les privat intensif percakapan bahasa Inggris, SD, SMP, SMA, Akademi, University, profesi hingga TOEFL,” diatas motor bebek miliknya.

Ialah Waluyo, pria berusia 72 tahun hampir setiap hari menawarkan jasa les private bahasa inggris sejak pagi pukul 08.00 hingga 12.00 WIB siang. Jarak tempuh rumahnya di komplek Harapan Elok, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, Ia capai dengan waktu 30 menit.

Meski berusia senja, pria asal Yogyakarta itu tetap berusaha mencari peluang rezeki dengan cara halal, bahkan rela berpanas-panasan kena terik matahari di pinggir jalan.

“Saya sedang menawarkan jasa les Bahasa Inggris, untuk semua kalangan. Mulai dari anak SD, profesional seperti dokter, dan sebagainya,” ucap Waluyo kepada Infobekasi, Jumat, 5 Desember 2025.

Konsep, jasa les bahasa inggris yang ditawarkan dengan berkunjung ke rumah klien.Tarif mulai dari Rp2 juta selama dua bulan, belajrnya setiap minggu sebanyak dua kali pertemuan.

“Kalau mereka mau belajar, saya datang ke rumah. Harga tergantung, tapi yang paling kecil itu Rp2 juta untuk durasi dua bulan.
Seminggu dua kali. Untuk anak SD biasanya durasi 90 menit. Totalnya sekitar 15 kali pertemuan,” tutur Waluyo.

Berpenampilan sederhana, Waluyo mengaku memiliki pendidikan tinggi, dari obrolan kepada infobekasi, dirinya katanya sudah malang melintang menekuni bidang bahasa Inggris.

Pria yang kerap memakai topi fedora itu, saat ditanya, merupakan jebolan Sarjana Bahasa Inggris di Universitas Gadjah Mada (UGM) tahun 1980.

Bahkan, Waluyo mengungkapkan, pernah berdinas di Kejaksaan Agung RI, tugasnya memerksa dokumen surat kabar dari berbagai negara, termasuk isu kurusial seperti intelijen.

“Jabatan saya enggak main-main di Kejaksaan Agung, memeriksa seluruh surat kabar dari seluruh negara di dunia,” katanya.

Pada 2012 silam, Waluyo menuturkan, Ia belajar ke luar negeri. Melalui tes yang diadakan di Kedutaan Besar Australia di Jakarta. Akhirnya bapak tiga orang anak itu berangkat ke negeri Kangguru.

“Ketika itu ekonomi Indonesia sedang kacau, saya mengambil bidang pariwisata, mengajukan diri ke Kedutaan Besar Australia di Jakarta, diterima melalui tes. Saya kuliah di Australia di University of Wollongong (UOW), mengambil jurusan perjalanan. Saya ke Australia tahun 2012, 2013, dua tahun tujuh bulan, Lulus sebagai master,” cerita Waluyo.

Usai pulang dari Australia, Waluyo melihat kondisi ekonomi di Indonesia belum stabil, pekerjaan yang relevan dengan bidangnya semakin sempit. Sehingga dirinya banting stir untuk mengajar les private bahasa Inggris.

Kerja keras Waluyo menjadi penyemangat bagi siapa saja, fikiran dan fisiknya seolah-olah menolak berhenti dan tetap semangat di usia senjanya mencari nafkah untuk istri di rumah.

Sedangkang tiga orang anak perempuannya kini sudah punya profesi masing-masing, ada yang berporfesi sebagai guru, karyawan bank dan baru lulus sebagai sarjana di Jakarta.

“Mereka tahu saya membuka jasa ini, tidak masalah. Saya bangga bisa memberi yang terbaik kepada publik. Saya tetap bekerja karena bersemangat. Uang yang saya dapat sebagian saya berikan ke istri,” ujarnya.

Meski persaingan usaha les bahasa Inggris saat ini semakin modern dan menjamur dimana-mana, Ia tetap santai menyikapinya. Ia percaya pintu rezeki lahir dari niat dan kesungguhan.

“Saya sebenarnya tidak pernah berhenti. Kalau ada yang tertarik, saya tetap mengajar,” tutup Waluyo.

(Fahmi)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini