infobekasi.co.id – Masih terngiang dan menjadi kebanggaan tersendiri bagi warga Kabupaten Bekasi, khususnya masyarakat Cikarang, keberhasilan yang ditorehkan para atlet muda daerah ini di ajang olahraga internasional digelar pada 17 hingga 19 April 2026 lalu. Saat itu, dalam ajang Penang Invitational Judo Championship 2026 yang berlangsung di Sunshine Central, Penang, Malaysia, para atlet judo asal Cikarang berhasil membuktikan kualitasnya dan menempatkan diri di posisi-posisi teratas di tengah persaingan yang sangat ketat melawan atlet dari berbagai penjuru dunia.
Ajang yang diikuti pada pertengahan April tahun itu bukanlah kejuaraan biasa. Sebanyak 820 atlet yang tergabung dalam 36 klub dan mewakili 8 negara berbeda turun berpartisipasi, membuat setiap pertandingan berjalan sangat ketat dan penuh tantangan. Selama tiga hari berlangsungnya kejuaraan, matras pertandingan menjadi saksi betapa besar perjuangan yang mereka lalui untuk bisa mengibarkan bendera Merah Putih di atas podium juara.
Dari deretan atlet yang berangkat, tiga nama menjadi yang paling menonjol dan mencuri perhatian. Keberhasilan mereka menjadi bukti nyata bahwa usia muda serta segala keterbatasan yang ada bukanlah penghalang untuk mencapai prestasi tingkat dunia.
Muhammad Raziq Athari – Siswa SMP Negeri 1 Cikarang Selatan
Bertanding di kelas 66 kilogram putra, Raziq menjadi salah satu sorotan utama sekaligus kejutan terbesar dalam kejuaraan yang berlangsung pertengahan April itu. Siswa SMP Negeri 1 Cikarang Selatan ini tampil sangat dominan sejak babak penyisihan. Mengandalkan teknik bantingan yang sangat tepat dan kemampuan bertahan di bagian bawah yang sulit ditembus lawan, ia berhasil menyingkirkan sejumlah peserta andalan dari negara-negara yang sudah lama dikenal sebagai kekuatan utama olahraga judo. Meski harus mengakui keunggulan lawan di babak puncak yang digelar pada hari terakhir kejuaraan, Raziq tetap berhasil membawa pulang medali perak. Capaian ini sekaligus menegaskan bahwa pembinaan olahraga di lingkungan sekolah negeri di daerah ini memiliki potensi yang sangat besar untuk terus dikembangkan.
Ibnaty Lubna Rahmillah – Siswi Al Hidayah Islamic School Lippo Cikarang
Di kategori putri, Ibnaty Lubna Rahmillah atau yang akrab disapa Lubna turun bertanding di kelas 32 kilogram. Sejak hari pertama pertandingan, ia sudah harus menghadapi tantangan yang tidak mudah melawan lawan-lawan yang memiliki keunggulan dari segi postur dan kecepatan gerak. Namun berkat semangat pantang menyerah yang ditunjukkannya sepanjang pertandingan, ia mampu melewati setiap rintangan yang ada dan akhirnya mengamankan posisi ketiga serta medali perunggu pada penutupan kejuaraan. Keberhasilan yang diraihnya pada April lalu tidak hanya mengharumkan nama sekolah tempat ia menuntut ilmu, tetapi juga membuktikan bahwa pendidikan berlandaskan nilai-nilai agama dan pencapaian di bidang olahraga dapat berjalan beriringan dengan sangat baik.
Nabila Talita Sakhi -Siswi SMP Islam Terpadu Al Imaroh
Perjuangan yang tak kalah mengagumkan ditunjukkan oleh Nabila Talita Sakhi yang bertanding di kelas 40 kilogram putri, salah satu kategori yang paling banyak diikuti dan tingkat persaingannya paling tinggi sepanjang kejuaraan. Selama bertanding dari hari ke hari, siswi SMP Islam Terpadu Al Imaroh ini menunjukkan permainan yang sangat bagus dan akhirnya menempati peringkat kelima secara keseluruhan. Meskipun belum berhasil mengalungkan medali, penampilan yang ditunjukkannya selama kejuaraan berlangsung mendapatkan apresiasi yang sangat luas dari berbagai pihak. Berada di posisi lima besar di antara ratusan peserta yang memiliki jam terbang jauh lebih banyak dan didukung fasilitas yang jauh lebih lengkap, merupakan pencapaian yang sangat luar biasa dan membanggakan.
Namun di balik senyum bahagia dan kemegahan medali yang mereka bawa pulang ke Cikarang setelah kejuaraan selesai, tersimpan sebuah kisah yang menyentuh hati. Semua keberhasilan yang diraih pada April lalu itu, semata-mata merupakan hasil perjuangan dan biaya sendiri tanpa bantuan dari pihak mana pun.
Berdasarkan keterangan yang disampaikan oleh orang tua para atlet, mulai dari persiapan, keberangkatan, hingga usai mereka pulang ke tanah air, tidak ada satu pun bentuk dukungan atau bantuan pendanaan yang diberikan baik dari Pemerintah Kabupaten Bekasi maupun Komite Olahraga Nasional Indonesia daerah setempat.
Seluruh kebutuhan, mulai dari biaya perjalanan yang dibayarkan sejak sebelum keberangkatan, biaya pendaftaran kejuaraan, peralatan bertanding, hingga biaya tinggal dan konsumsi selama mereka berada di Penang pada 17-19 April lalu, semuanya ditanggung sepenuhnya oleh keluarga masing-masing atlet dan bantuan dari tempat mereka berlatih.
“Kami berangkat dengan semangat tinggi untuk membawa nama baik daerah dan negara pada ajang internasional itu, namun sayangnya semua biaya dan kebutuhan harus kami tanggung bersama-sama antara orang tua dan pihak klub,” ujar salah satu orang tua atlet yang enggan disebutkan namanya.
Kondisi ini menjadi perbincangan hangat sejak berita keberhasilan mereka tersebar luas. Banyak pihak menilai, prestasi setingkat internasional yang diraih pada pertengahan April lalu seharusnya mendapatkan perhatian dan dukungan penuh dari pemerintah daerah. Jika dengan segala keterbatasan yang ada saja mereka sudah mampu meraih hasil yang membanggakan, tentu potensi yang mereka miliki akan berkembang jauh lebih baik jika mendapatkan dukungan yang layak.
Keberhasilan yang ditorehkan pada pertengahan April itu menjadi bukti nyata bahwa Kabupaten Bekasi memiliki banyak talenta hebat yang patut dibanggakan. Namun hal ini sekaligus menjadi pengingat bagi semua pihak yang berwenang. Bakat dan kemampuan yang luar biasa sudah ada di hadapan mata, namun jika tidak diiringi dengan perhatian dan dukungan yang berkelanjutan, dikhawatirkan potensi tersebut tidak dapat berkembang secara maksimal.
Kini, keberhasilan yang mereka raih pada pertengahan April lalu masih menjadi bahan pembicaraan dan harapan. Apakah capaian ini akan menjadi titik balik bagi kemajuan olahraga di daerah? Apakah pihak berwenang akan mulai memberikan dukungan dan apresiasi yang selayaknya bagi para atlet yang sudah berjuang mengharumkan nama daerah di kancah internasional?
Yang pasti, apa pun yang terjadi, keberhasilan yang mereka raih pada 17 hingga 19 April 2026 lalu akan selalu menjadi kebanggaan tersendiri. Mereka telah membuktikan bahwa semangat juang dan kemauan keras tidak akan pernah kalah oleh keterbatasan apa pun.
(Bisot)
Editor: Dede Rosyadi






























