infobekasi.co.id – Di Gedung Sapta Pesona yang megah, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana berdiri tegas di depan ratusan wartawan pada Jumpa Pers Akhir Tahun (JPAT). Mata dia menyala ketika menceritakan bagaimana pariwisata Indonesia telah melewati tahun 2025 dengan langkah yang kokoh dan apa yang akan datang di tahun depan.
“Tahun 2026, kita tidak hanya melanjutkan, tapi mengembangkan program-program yang benar-benar memberikan manfaat bagi semua orang, dari warga desa hingga wisatawan mancanegara,” kata Widiyanti, beberapa waktu lalu.
Rencana tahun depan, Kemenpar akan memberikan pendampingan khusus kepada 15 Desa Wisata untuk memastikan pengembangannya berkelanjutan, sehingga manfaat ekonomi dan sosial bisa meresap ke akar rumput, tidak hanya permukaan.
Bayangkan, seorang petani di desa terpencil bisa menjual hasil panennya kepada wisatawan, atau seorang pemuda lokal bisa menjadi pemandu wisata tanpa harus pindah ke kota. Itulah harapan yang dibawa program Desa Wisata ini.
Namun, ada yang baru di daftar program flagship 2026 yakni peningkatan keselamatan berwisata. Menurut Widiyanti, ini adalah fondasi yang tak terpisahkan dari pariwisata berkualitas.
“Bagaimana bisa wisatawan merasa nyaman jika tidak aman?” tanyanya.
Program ini akan berfokus pada upskilling dan reskilling para pemandu wisata, terutama mereka yang menangani kegiatan ekstrem seperti pendakian gunung, menyelam, atau trekking di hutan. Tujuannya, memastikan mereka memiliki keahlian untuk menanggapi situasi darurat dan melindungi wisatawan dari risiko.
Terutama ketika Indonesia semakin populer sebagai destinasi wisata petualangan. Setiap tahun, ribuan wisatawan datang untuk mengeksplorasi keindahan alam dan keamanan mereka harus menjadi prioritas nomor satu.
Editor : Dede R






























