Infobekasi.co.id – Pasca Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) dan menetapkan Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang sebagai tersangka kasus korupsi suap proyek Ijon, warga Kabupaten Bekasi memberikan ragam komentar.
Ikhwanul (31), warga Babelan, menilai, fenomena kepala daerah kerap terjerat korupsi akibat sistem pemilihan umum yang buruk.
“Pemilihan lebih mementingkan dana kampanye daripada visi-misi, yang menyebabkan krisis moral pejabat,” katanya, kepada wartawan, Minggu (22/12).
Zaky Mubarok (29), warga Cikarang Selatan menyayangkan, keberanian Ade membongkar bangunan liar dan merevitalisasi sungai tidak diimbangi dengan kejujurannya dalam proyek. Ia berharap kepala daerah selanjutnya lebih waspada terhadap hukum.
“Sangat disayangkan, mengingat program beliau cukup berjalan seperti penataan bantaran kali dan infrastruktur jalan. Meskipun ini program arahan KDM. Lewat keberaniannya juga makanya dijuluki ‘Si Raja Bongkar’,” ujar Zaky Mubarok.
Ada juga Heru (37), warga Cikarang Utara, dirinya merasa malu lantaran kejadian korupsi kepala daerah terulang kembali, seperti pada masa Neneng Hasanah Yasin dan Eka Surya Atmadja.
Ia menyayangkan bahwa Bekasi sebagai kota industri terbesar Asia Tenggara tidak memiliki pemimpin yang sepenuh hati untuk rakyat.
“Keinginan saya sebagai masyarakat Bekasi adalah kalau bisa semuanya direset ulang. Sayang Bekasi ini kota industri terbesar se-Asia Tenggara, tapi pengangguran banyak, calo tenaga kerja banyak, sampe korupsinya juga banyak. Jangan sampe kejadian ini terulang kembali,” pungkasnya.
(Fahmi/Deros)








































