Di Atas Sepeda Tua, Roda Kehidupan Terus Berputar

Infobekasi.co.id – Di sebuah jalan desa yang lengang, seorang lelaki tua mengayuh sepeda tuanya perlahan. Beban di kiri dan kanan sepedanya tampak berat. Keranjang anyaman besar berisi hasil kebun, perkakas, dan barang dagangan sederhana. Namun, yang paling berat bukanlah muatan itu, melainkan perjalanan hidup yang telah Ia lalui.

Lelaki itu mengenakan baju biru lusuh, celana panjang yang digulung hingga betis, sandal sederhana, serta topi hitam yang melindungi kepalanya dari terik matahari. Sehelai kain dililitkan di leher, berfungsi ganda sebagai pelindung debu dan keringat. Wajahnya menunduk fokus ke jalan, seolah seluruh perhatiannya tertuju pada satu tujuan, terus bergerak maju.

Sepeda tua yang dikayuhnya bukan sekadar alat transportasi. Ia adalah simbol perjuangan. Di atas sepeda itulah Bapak tua mencari nafkah, mengantar hasil bumi, atau menjajakan dagangan dari satu tempat ke tempat lain. Roda terus berputar menggambarkan kehidupan yang tak pernah berhenti menuntut usaha, meski usia kian senja.

Latar belakang foto menampilkan jalan, pepohonan hijau, serta aktivitas samar di kejauhan memperkuat kesan realitas keseharian. Tidak ada kemewahan, tidak pula hiruk pikuk kota. Yang ada hanyalah ketekunan, kesabaran, dan penerimaan terhadap hidup apa adanya.

Foto hasil jepretan Arisanto ini bercerita tentang keteguhan, kesederhanaan, dan kerja keras yang masih menjadi denyut nadi kehidupan masyarakat kecil di sudut kota. Komposisi yang sederhana, namun kuat. Ia berhasil menangkap momen manusiawi yang sering luput dari perhatian.

Foto ini tidak berteriak, tetapi berbicara pelan, tentang mereka yang tetap bekerja tanpa sorotan, tentang punggung-punggung renta yang menjadi penopang ekonomi keluarga, dan tentang harapan yang tetap dijaga meski hari demi hari dilalui dengan cara yang sama.

Jepretan foto ini menjadi pengingat, bahwa di balik statistik kemiskinan dan pembangunan, ada wajah-wajah nyata yang terus berjuang. Di atas sepeda tua itu, hidup mungkin terasa berat, namun tetap dikayuh pelan, pasti, dan penuh ketabahan.

Foto: Arisanto

Editor Teks: Dede R

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini