Setelah OTT, Puluhan Anggota KPK Datangi Kantor Bupati Bekasi Lakukan Penggeledahan

Infobekasi.co.id – Puluhan anggota Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terlihat mendatangi Kantor Bupati Bekasi di Desa Sukamahi, Cikarang Pusat, Senin (22/12). Kedatangannya dikawal oleh anggota kepolisian bersenjata lengkap untuk melakukan penggeledahan terkait kasus ijon proyek di Pemda Kabupaten Bekasi.

Kasus tersebut melibatkan Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang bersama ayahnya, Kepala Desa Sukadami, HM Kunang dan Sarjan, kontraktor (pengusaha proyek) dari pihak swasta.

Sebelumnya, KPK telah melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap Ade Kuswara dan sekitar 10 orang lainnya pada Kamis malam (18/12) lalu, yang menjadi OTT ke-10 KPK di wilayah Bekasi sepanjang tahun 2025. Selama OTT, penyidik menyegel ruang kerja bupati untuk mengamankan barang bukti dan dokumen, serta mengamankan uang tunai Rp 200 juta di rumah Ade sebagai sisa setoran ijon keempat.

Pada Sabtu (20/12), KPK secara resmi menetapkan tiga tersangka, yakni Ade Kuswara, HM Kunang (sebagai penerima suap), dan seorang kontraktor bernama Sarjan (sebagai pemberi suap). Mereka ditahan selama 20 hari pertama hingga 8 Januari 2026.

Menurut keterangan pihak KPK, keduanya diduga menerima uang ijon sebanyak Rp 9,5 miliar dari Sarjan melalui perantara dalam empat kali penyerahan, yang ditujukan untuk mendapatkan proyek yang akan digarap tahun 2026 dan seterusnya. Selain itu, KPK juga menemukan penerimaan lain sepanjang 2025 senilai Rp 4,7 miliar, sehingga total uang yang diduga diterima Ade mencapai Rp 14,2 miliar.

Ade Kuswara, yang lahir 15 Agustus 1993 dan menjadi bupati termuda dalam sejarah Kabupaten Bekasi, baru saja dilantik pada Februari 2025 untuk periode 2025-2030 setelah meraih suara terbanyak dalam Pilkada 2024. Saat ini, Ia dan sang ayah dijerat dengan pasal terkait Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi (UU Tipikor).

(AT/DR) 

#infobekasi #Bekasi #KPK #PemkabBekasi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini