Kali Jakamulya Bau Menyengat, DLH: Kadar DO dan Klorin Melampaui Standar Nasional

Infobekasi.co.id – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bekasi mengerahkan tim gabungan menyelidiki bau menyengat yang muncul dari aliran Kali Jakamulya, Kelurahan Jakasetia, Kecamatan Bekasi Selatan.

Bau menyengat sempat viral di media sosial ini ternyata, disebabkan oleh pencemaran beberapa parameter kualitas air yang melampaui standar aman.

Kepala DLH Kota Bekasi Kiswatiningsih menjelaskan, tim yang turun tangan terdiri dari Pejabat Pengawas Lingkungan Hidup (PPLH), tenaga ahli laboratorium lingkungan, dan unit operasional, telah melakukan penelusuran sejak laporan pertama masuk. Pemeriksaan dilakukan di dua titik lokasi, untuk memastikan cakupan yang komprehensif.

“Salah satu tim mengecek bagian hulu di Kelurahan Jatirasa, Kecamatan Jatiasih, dan tim lainnya fokus pada bagian hilir di Kelurahan Jakasetia,” terang Kiswatiningsih dalam keterangannya, di Bekasi, Jumat (9/1).

Tujuan penelusuran ini adalah untuk mengidentifikasi sumber pencemaran serta mendeteksi kemungkinan adanya aktivitas pembuangan limbah yang tidak sesuai dengan ketentuan perundang-undangan. Hasil pengukuran kualitas air menunjukkan kondisi yang mengkhawatirkan. Parameter yang diuji mencatat nilai sebagai berikut:

– Dissolved Oxygen (DO): 0,5 mg/L (standar nasional minimal 4 mg/L sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2021)

– Klorin: 1,81 ppm (standar maksimal 0,03 ppm)

– pH: 7,11 (dalam batas normal)

– Daya Hantar Listrik (DHL): 612,5 µS

“Kadar DO dan klorin yang melebihi baku mutu menjadi indikasi adanya pencemaran signifikan,” terang Kiswatiningsih.

Tim juga mengambil sampel air dari Kali Citra, Jakasetia, yang merupakan aliran lanjutan dari Kali Jakamulya. Pengamatan visual memperlihatkan, air di wilayah Jatirasa sudah mulai kembali jernih meskipun masih menyisakan aroma tidak sedap, sedangkan pencemaran terlihat lebih terkonsentrasi di bagian hilir dan diperkirakan telah terjadi selama dua hari terakhir.

Laporan tentang bau menyengat pertama kali masuk melalui akun media sosial pada Rabu (7/1/2026), ketika @alii.mnlna mengajukan pertanyaan terkait sumber limbah penyebab bau. Selain itu, @aprisk_a14, melaporkan, bahwa aroma menyengat juga tercium di sekitar Jalan Palem RT 6 RW 4, Kelurahan Jakasetia. (Fahmi).

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini