Sapi, Kuda hingga Domba: Jejak Peternak yang Tak Hilang dari Kawasan Perkantoran Bekasi

Infobekasi.co.id – Tak hanya gedung-gedung perkantoran yang menjulang dan kendaraan yang berlalu lintas, kawasan sekitar Kantor Pemerintahan Kabupaten Bekasi di Desa Sukamahi, Kecamatan Cikarang Pusat, punya keunikan tersendiri.

Di tengah hiruk-pikuk aktivitas pemerintahan dan lalu lintas jalan raya, berbagai jenis ternak seperti sapi, kuda, domba, bahkan kerbau masih sering terlihat berkeliaran dengan bebas hilir mudik tiap hari.

Pada Rabu (21/01/2026), serombongan sapi berwarna putih dan coklat melenggang santai di jalan raya yang menghubungkan kawasan perkantoran dengan daerah sekitar. Mereka tidak menghiraukan kendaraan yang harus berhenti atau melaju pelan untuk menghindarinya. Di belakang kelompok sapi tersebut, dua pengembala perempuan dengan tenang mengekor, sesekali memberikan isyarat lembut agar ternaknya tetap dalam kelompok.

“Kondisi ini sudah tidak asing lagi bagi kami yang bekerja di sini. Kadang pagi atau sore hari, bisa bertemu puluhan ekor kuda atau domba berkeliaran di sekitar halaman kantor,” ujar Syarfrudin, salah satu karyawan BKD Kabupaten Bekasi, saat berbincang kepada infobekasi.

Menurutnya, keberadaan ternak di kawasan ini bukan hal baru. Bahkan sebelum perkantoran dibangun, kawasan Sukamahi merupakan lahan pertanian dan tempat tinggal masyarakat yang sebagian besar bekerja sebagai petani, pekebun, dan juga pembudidaya ternak. Ada juga kelompok perajin lio yang menjadikan kawasan ini sebagai tempat kerja dan tinggal.

“Pada awal berdirinya perkantoran beberapa tahun yang lalu, kondisinya bahkan lebih ramai. Sapi, kerbau, domba, dan kambing bisa ditemui di berbagai sudut kawasan seperti sedang beristirahat di padang rumput,” ungkapnya.

Syarfrudin menambahkan, bahwa kini masih ada sebagian warga yang tetap memelihara ternak dan membiarkannya berkeliaran dari pagi hingga sore hari.

Salah satu pengembala perempuan yang tidak ingin disebutkan nama mengatakan bahwa membiarkan ternak berkeliaran merupakan cara tradisional untuk memberi mereka akses ke rumput segar dan ruang gerak yang cukup.

“Kita juga selalu berhati-hati agar tidak mengganggu aktivitas masyarakat atau lalu lintas. Biasanya mereka juga mengerti dan memberikan ruang bagi kami dan ternak,” ujar seorang penggembala sapi itu, sambil mengusir seekor sapi yang hampir masuk ke jalur kendaraan.

Meskipun terkadang menjadi perhatian dan membutuhkan kesabaran dari pengguna jalan, keberadaan para ternak ini kini menjadi bagian dari identitas tersendiri bagi kawasan Pemkab Bekasi, bukti bahwa jejak kehidupan tradisional masyarakat lokal masih tetap hidup berdampingan dengan kemajuan kawasan perkantoran modern.

Reporter: H. Saban

Editor : Dede R

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini