Transparansi Royalti Musik, Kemenkraf Gandeng Spotify Benahi Metadata
infobekasi.co.id – Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Irene Umar, melakukan audiensi dengan Spotify untuk memperkuat komunikasi antara pemerintah dan pelaku industri digital dalam mendorong kemajuan sektor musik nasional.
Pertemuan tersebut dianggap sebagai langkah strategis. Menurut Irene Umar, pemerintah berperan sebagai penghubung antar pelaku industri baik dalam membuka peluang promosi maupun menyelesaikan beragam hambatan yang ada.
“Kami mengapresiasi peran platform digital yang tidak hanya menjadi sarana distribusi musik, tetapi juga mendukung promosi artis melalui fitur kreatif, konten video pendek, hingga program pelatihan dan masterclass bagi musisi Indonesia,” jelasnya, Jumat kemarin.
Melalui audiensi tersebut, kedua pihak membahas arah kebijakan dan prioritas pengembangan ekonomi kreatif, sekaligus peluang kolaborasi untuk memperkuat ekosistem musik Indonesia serta meningkatkan daya saing konten kreatif lokal di pasar global.
Diketahui, layanan streaming telah mengubah lanskap industri musik selama lebih dari satu dekade, dengan peralihan dari pembajakan ke layanan legal mendorong pertumbuhan pendengar berbayar dan peluang ekonomi baru bagi kreator. Pada tahun 2025, perusahaan tersebut telah membayarkan lebih dari 11 miliar dolar Amerika Serikat royalti secara global.
Namun, sistem pembayaran masih menghadapi tantangan kompleks karena bergantung pada metadata, basis data lintas wilayah, serta proses lisensi yang berbeda di setiap negara. Hal ini berpotensi menyebabkan keterlambatan pembayaran, mengurangi visibilitas hak cipta, dan menghambat pendapatan yang seharusnya diterima para kreator.
Imad Mesdoua, Regional Director for Government Affairs MEA & JAPAC perusahaan tersebut, menyampaikan komitmen untuk memperkuat kerja sama strategis dengan Pemerintah Indonesia. Mereka memiliki rencana kebijakan dengan fokus memperbesar pendapatan industri musik secara keseluruhan serta memperbaiki aliran pembayaran royalti agar lebih efisien dan transparan.
“Kami ingin menjadi mitra pemerintah dan pemegang hak musik untuk memperkuat sektor musik sekaligus meningkatkan transparansi. Kami melaporkan secara terbuka jumlah royalti yang dibayarkan dan menunjukkan bagaimana artis dapat berkembang melalui platform kami,”pungkasnya.
Editor : Dede Rosyadi

