Ini Kebiasaan Sahur Nabi Muhammad Saat Puasa Ramadan

infobekasi.co.id – Sahur merupakan amalan sunnah yang sangat dianjurkan dalam ibadah puasa Ramadan. Teladan sahur yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad secara sederhana dan tidak berlebihan, namun memiliki nilai keberkahan.

Nabi Muhammad selalu menganjurkan sahur meskipun dengan seteguk air, sebab sahur memiliki keberkahan. Dalam hadis yang diriwayatkan dalam Sahih Bukhari dan Sahih Muslim disebutkan: “Bersahurlah kalian, karena sesungguhnya dalam sahur terdapat keberkahan.”

Rasulullah biasa mengakhirkan sahur hingga mendekati waktu fajar. Para sahabat meriwayatkan, bahwa jarak antara sahur beliau dengan salat Subuh kira-kira selama membaca sekitar 50 ayat Al-Qur’an. Kebiasaan ini memberikan energi lebih lama selama berpuasa dan menunjukkan kemudahan dalam syariat Islam.

Nabi Muhammad  tidak pernah berlebihan dalam makan sahur. Dalam hadis Tirmidzi dikatakan, sebaik-baik sahur seorang mukmin adalah kurma. Kurma memiliki kandungan nutrisi yang baik, mudah dicerna, dan mampu memberikan energi bagi tubuh saat berpuasa. Jika tidak tersedia makanan, Nabi tetap bersahur dengan air, yang menunjukkan bahwa esensi sahur bukan pada banyaknya makanan, melainkan mengikuti sunah.

Keutamaan sahur juga tercantum dalam riwayat di Musnad Ahmad, bahwa Allah SWT dan para malaikat bershalawat kepada orang yang makan sahur. Hal ini menunjukkan bahwa sahur bukan sekadar aktivitas makan, tetapi ibadah dengan nilai spiritual yang tinggi.

Rasulullah menekankan pola makan yang sederhana dan tidak berlebihan, termasuk saat sahur. Prinsip ini juga dibahas dalam kitab Riyadus Shalihin karya Imam Nawawi, dengan tujuan agar tubuh tetap kuat untuk beribadah dan tidak malas karena terlalu kenyang.

Perintah makan sebelum terbit fajar dijelaskan dalam Al-Qur’an Surah Al-Baqarah ayat 187, yang menyatakan, bahwa umat Islam boleh makan dan minum hingga jelas terbitnya fajar. Ayat ini menjadi dasar penentuan waktu sahur dalam syariat puasa.

Dari kebiasaan tersebut, terdapat beberapa hikmah penting yaitu mendapatkan keberkahan dalam ibadah puasa, menjaga kekuatan fisik, melatih hidup sederhana, mendapatkan pahala karena mengikuti sunah, serta menjadi pembeda antara puasa umat Islam dan umat terdahulu.

Jadi, ibadah sahur tidak harus dilakukan dengan kemewahan. Kesederhanaan, kedisiplinan waktu, dan niat ibadah menjadi inti dari sahur yang penuh keberkahan, yang memberikan manfaat kesehatan serta pahala dan keutamaan spiritual di bulan Ramadan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini