Infobekasi.co.id – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bekasi meminta masyarakat mewaspadai fenomena cuaca ekstrem yang terjadi pada periode peralihan musim hujan ke musim kemarau. Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Satia Sriwijayanti Anggaraini, mengatakan musim kemarau berpotensi mulai masuk pada April 2026.
“Kita juga merasakan perbedaan cuaca, dari panas lalu tiba-tiba dingin. Memang ada isu cuaca ekstrem, ini memang perubahan yang menjadi gelombang panas,” ujar Satia, pada Selasa (7/4/2026).
Masih kata Satia, Ia mengimbau masyarakat menerapkan pola hidup sehat, guna menjaga daya tahan tubuh. Salah satunya dengan mengonsumsi makanan yang sehat dan bergizi serta meningkatkan aktivitas fisik.
“Tentunya, tingkatkan aktivitas seperti olahraga. Bisa dilakukan olahraga di dalam ruangan (indoor) serta tetap jaga kebersihan,” tutur Ia.
Lebih jauh, Satia menyarankan, agar masyarakat mengurangi konsumsi makanan dan minuman manis secara berlebihan. Selain itu, masyarakat diminta memperbanyak minum air putih guna mencegah dehidrasi.
“Yang terutama, banyak minum air putih. Kopi-kopi dan yang manis-manis dikurangi dulu. Lebih banyak minum air putih dan jaga kondisi tubuh,” katanya.
Menurutnya, pola makan dan minum yang tidak tepat saat musim kemarau dapat memicu berbagai penyakit, salah satunya radang tenggorokan.
“Karena jika terjadi dehidrasi, penyakit lainnya akan susah ditangani, seperti radang tenggorokan dan lainnya. Jadi memang tetap harus menjaga asupan mineral dan air,” pungkas Satia.
(Fahmi)
Editor: Rosyadi





























