28 Tahun Reformasi: Aktivis 98 Bekasi Kumpul, Bahas Ekonomi dan Persatuan 

infobekasi.co.id – Menandai genap 28 tahun pergerakan Reformasi 1998, puluhan aktivis yang tergabung dalam Perhimpunan Aktivis Nasional (PENA) 98 berkumpul dalam forum konsolidasi dan diskusi kebangsaan di Gedung Bekasi Creative Center, Margahayu, Bekasi Timur, Kamis (21/5/2026). Pertemuan ini menjadi momen penting menyatukan kembali barisan yang selama ini tercerai-berai, sekaligus menyuarakan keprihatinan atas dinamika sosial, ekonomi, dan politik nasional terkini.

Ketua Umum PENA 98, Tumpak Sidabutar, menjelaskan, kegiatan ini bukan sekadar seremonial peringatan, melainkan upaya strategis menyatukan persepsi di tengah keberagaman latar belakang para anggotanya pasca-Reformasi.

“Tujuan utama kami adalah konsolidasi internal. Selama ini aktivis 98 boleh dikatakan sudah tercerai-berai, ada di sana-sini dengan berbagai latar belakang berbeda. Maka hari ini kita berkumpul kembali, menyatukan pandangan agar memiliki satu suara dalam menyikapi situasi bangsa,” ujar Tumpak di lokasi acara.

Dalam diskusi tersebut, pihaknya menyoroti tajam kebijakan pemerintah terkait ekonomi, khususnya kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang dinilai diterapkan di saat kondisi daya beli masyarakat belum pulih sepenuhnya. Menurutnya, langkah tersebut berisiko memicu gejolak sosial sebagaimana pelajaran sejarah masa lalu.

“Pemerintah mengeluarkan kebijakan seperti kenaikan BBM dan hal-hal lainnya. Sebenarnya ini sudah menjadi sinyal peringatan. Kita khawatir dampaknya akan dirasakan langsung oleh rakyat, dan potensi kemarahan masyarakat sangat besar jika beban ekonomi semakin berat. Kita takut peristiwa kelam masa lalu terulang kembali,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Diskusi PENA 98, Hari Setiawan atau yang akrab disapa Buluk, menegaskan bahwa semangat perjuangan para aktivis 1998 tetap relevan hingga kini, yakni membela rakyat dan mengawasi pemerintahan. Perbedaannya hanya terletak pada pola dan strategi berjuang yang kini beradaptasi dengan perkembangan zaman.

“Dulu kita bergerak turun ke jalan, diskusi kampus ke kampus. Sekarang pola perjuangannya tetap sama, namun medianya beralih ke media sosial. Yang terpenting pesan kita sampai ke masyarakat dan konsolidasi nasional tetap terjaga kekuatannya,” ungkap Buluk.

Ia juga membuka peluang besar untuk menggelar pertemuan skala lebih luas, atau rembuk nasional, jika situasi negara dinilai memerlukan penyatuan kekuatan yang lebih masif lagi dari seluruh elemen aktivis.

“Kalau memang kondisi dan persoalan negara menuntut kita bersatu lebih luas, maka rembuk nasional akan kami wujudkan. Kami siap bergerak kembali atas nama seluruh elemen aktivis 98,” tandasnya.

Hadir dalam kesempatan itu, Ketua DPRD Kota Bekasi, Sardi Effendi, mengapresiasi langkah konsolidasi tersebut. Baginya, peringatan 28 tahun Reformasi adalah momen berharga untuk merenungkan kembali perjuangan masa lalu yang melahirkan perubahan besar, termasuk desakan agar kebutuhan pokok rakyat terjangkau.

“Gerakan Reformasi 1998 adalah tonggak sejarah yang mengubah wajah bangsa. Apa yang kita rasakan hari ini adalah buah dari perjuangan waktu itu, yang kini telah menjadi bagian dari sendi kehidupan berbangsa dan bernegara,” ujar Sardi, seraya berharap semangat perubahan itu terus dijaga demi kemaslahatan rakyat.

Kegiatan ini ditutup dengan kesepakatan untuk mempererat komunikasi antar-anggota dan terus memantau kebijakan publik yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat luas.

(Fahmi)

Editor: Deros

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini