Infobekasi.co.id – Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), H. Nusron Wahid, melakukan kunjungan silaturahmi ke Yayasan Attaqwa, Kabupaten Bekasi, dalam rangka mempererat ukhuwah sekaligus berbagi kebahagiaan di momen Idul Adha. Kunjungan ini diisi dengan serangkaian kegiatan, mulai dari penyerahan hewan kurban, ziarah makam pendiri yayasan, hingga pembahasan strategi perlindungan aset tanah milik pesantren.
Dalam kesempatan tersebut, Nusron Wahid secara simbolis menyerahkan dua ekor sapi kurban yang diperuntukkan bagi warga Pondok Pesantren Attaqwa dan masyarakat sekitar. Prosesi penyerahan sekaligus pemotongan hewan kurban dilaksanakan di kompleks Pondok Pesantren Attaqwa Putera, disaksikan oleh para pengasuh, santri, dan warga setempat.
Menurut Nusron, langkah ini merupakan wujud nyata kebersamaan dan kepedulian pemerintah terhadap lingkungan pesantren yang menjadi pilar penting pendidikan dan karakter bangsa.
“Penyerahan kurban ini adalah bentuk kepedulian dan kebersamaan kami dengan masyarakat pesantren serta warga sekitar. Kami ingin semangat berbagi dan keberkahan Idul Adha bisa dirasakan langsung oleh para santri, pengasuh, dan warga yang tinggal di lingkungan ini,” ujar Nusron Wahid beberapa waktu lalu.
Usai kegiatan kurban, rombongan melanjutkan perjalanan spiritual dengan berziarah ke makam ulama kharismatik sekaligus pendiri Yayasan Attaqwa, KH. Noer Alie, yang berada di kompleks Pondok Pesantren Attaqwa Puteri. Suasana berlangsung khidmat dan haru, sebagai bentuk penghormatan mendalam atas perjuangan, dakwah, dan jasa besar almarhum dalam memajukan pendidikan Islam dan kesejahteraan umat di Indonesia.
Memasuki sesi pertemuan tertutup di ruang tamu guest house, diskusi berlangsung hangat bersama pimpinan yayasan. Fokus utama pembicaraan tertuju pada langkah strategis perlindungan aset-aset pesantren, khususnya tanah wakaf yang kerap menghadapi masalah status hukum.
Lebih jauh Nusron Wahid menjelaskan, pihaknya telah menyiapkan berbagai kebijakan dan kemudahan layanan untuk meningkatkan status tanah wakaf agar bersertifikat resmi, sehingga memiliki kepastian hukum yang kuat dan terlindungi dari sengketa. Ia menegaskan, Kementerian ATR/BPN siap menjadi mitra dan memfasilitasi proses ini hingga tuntas.
“Aset pesantren adalah milik umat, milik masyarakat yang memiliki nilai strategis bagi keberlangsungan pendidikan Islam. Ini harus dijaga dan dilindungi sepenuhnya. Saya sangat mencintai dunia pesantren dan paham betul pentingnya kepastian hukum atas tanah wakaf. Kami siap mempermudah dan mempercepat proses sertifikasinya agar aset ini aman selamanya,” tegas Nusron.
Di tengah perbincangan, suasana semakin akrab saat Nusron bernostalgia mengenang masa-masa indah saat dirinya menuntut ilmu di pondok pesantren. Ia pun berbagi cerita mengenai kedekatannya dengan kitab-kitab kuning dan tradisi keilmuan yang kental di lingkungan santri, yang hingga kini masih melekat dalam kehidupannya.
Sambutan hangat dan rasa syukur disampaikan oleh Ketua Umum Yayasan Attaqwa, Dr. KH. Irfan Mas’ud. Ia mengapresiasi perhatian besar yang diberikan Nusron Wahid, baik lewat penyerahan kurban maupun komitmen nyata dalam melindungi aset tanah pesantren.
“Kami menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Bapak Menteri atas kunjungan silaturahmi serta perhatiannya. Penyerahan hewan kurban ini bukan sekadar berbagi daging, melainkan wujud nyata ukhuwah Islamiyah dan semangat berbagi kebaikan kepada umat,” ujar KH. Irfan Mas’ud.
Ia menambahkan, amanah yang diberikan akan dikelola dan didistribusikan dengan sebaik-baiknya kepada para santri, tenaga pendidik, dan warga yang berhak. Di akhir pertemuan, KH. Irfan turut mendoakan keberkahan dan kemudahan bagi Nusron Wahid dalam menjalankan amanah negara.
“Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan keberkahan, kesehatan, dan kemudahan kepada Bapak Menteri beserta keluarga, serta dalam mengemban amanah besar ini untuk kemajuan bangsa dan negara,” pungkasnya.





























