Tau Sejarah Hari Kebangkitan Nasional?

Hari Kebangkitan NasionalHari ini, Jumat (20/05), merupakan hari Kebangkitan Nasional. Kebangkitan Nasional itu sendiri merupakan awal munculnya rasa semangat untuk memperjuangkan kemerdekaan Indonesia dari genggaman para penjajah, dengan cara yang berbeda dari sebelumnya.

Hari Kebangkitan Nasional ditandai dengan lahirnya organisasi Budi Utomo (1908). Organisasi ini dideklarasikan oleh para mahasiswa STOVIA (School tot Opleiding van Indische Artsen atau sekolah pendidikan dokter pribumi). Dan orang penting yang berada di balik Budi Utomo itu sendiri ialah dr. Wahidin Sudirohusodo (1857-1917). Ia merupakan salah seorang pejuang bagi bangsa kita, bangsa Indonesia.

Dr. Wahidin sebelumnya, pada 1901, pernah menjabat sebagai direktur di sebuah majalah Retnodhoemilah (Ratna yang Berkilauan). Majalah ini dikhususkan untuk golongan priyayi, dan bahasa yang digunakan adalah bahasa Jawa dan Melayu.

Dr. Wahidin merasa tergerak hatinya untuk membantu masyarakat Jawa, dalam hal pendidikan (seperti yang telah diketahui, pada zaman penjajahan, kaum priyayi sajalah yang dapat bersekolah). Ia berusaha untuk mengumpulkan dana, agar dapat memberikan pendidikan yang baik untuk para pelajar Jawa. Tentunya dengan memberikan pendidikan yang sifatnya modern, pendidikan ala barat. Usaha pengumpulan dana dr. Wahidin ini kemudian disebut dengan Studie Fonds atau Yayasan Beasiswa.

Dari apa yang dilakukan oleh dr. Wahidin inilah yang kemudian membuat salah seorang siswa dari STOVIA, yang bernama Sutomo, tergerak hatinya untuk mendirikan sebuah organisasi. Organisasi yang didirikannya inilah yang disebut sebagai Budi Utomo.

Kemodernan pikiran yang dimiliki oleh dr. Wahidin telah meresap ke dalam hati Sutomo. Ia kemudian menuangkan pikirannya yang telah modern itu melalui sistem yang ada di Budi Utomo.

Namun ternyata, tidak semua golongan priyayi setuju dengan organisasi ini. Mereka yang tidak setuju, menganggap bahwa Budi Utomo bisa mengancam kedudukan mereka. Kaum terpelajar seperti mereka lama-kelamaan akan menghapuskan status sosial yang ada di masyarakat Jawa ketika itu. Meskipun kaum intelektual itu sendiri pada masa awal Kebangkitan Nasional didominasi oleh kaum priyayi.

Kelahiran Budi Utomo inilah yang menjadi tonggak semangat untuk berjuang merebut kemerdekaan dari kaum penjajah. Tidak hanya itu, organisasi ini juga yang menjadi inspirasi bagi organisasi-organisasi di seluruh tanah Indonesia. (Adm)

 

 

Sumber : Kemdikbud.go.id

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini