Skip to content

Kampung Ini Lebih Dikenal Nama Musala Ketimbang RT/RW

Infobekasi.co.id – Ada yang unik di Kampung Jumalang, kini Ujungharapan, Bahagia, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi. Mayoritas warga di sini lebih hafal nama musala di sekitar tempat tinggalnya daripada RT/RW, apalagi kode pos.

Di setiap sudut desa, musala tumbuh menyebar, data Yayasan Pergurua  Attaqwa mencatat, ada sekitar 31 musala di Ujungharapan, menjadikannya jantung sekaligus penanda identitas kehidupan warga. Mungkin sekarang bisa jadi bertambah jumlahnya, seiring bertumbuhnya permukiman baru.

Kekhasan ini bukan kebetulan. Ini adalah rancangan Almarhum KH. Noer Alie, yang sejak awal membangun desa ini berbasis pada sarana ibadah, berharap menjadi sebuah “kampung surga”, masyarakatnya religius.

Setiap pemukiman baru tumbuh, musala pasti ikut berdiri, sering kali diiringi majelis taklim untuk bapak maupun ibu.

Musala bukan sekadar tempat salat, melainkan pusat berkumpul, bermusyawarah, hingga gotong royong.

Seluruh musala tersebut menginduk pada Dewan Masjid Attaqwa, dengan satu-satunya Mesjid Jami untuk shalat Jumat Mesjid Jami Attaqwa.

Dulu, sebelum KH Noer Alie berkiprah membangun lembaga pendidikan pesantren di Jumalang, ada dua mesjid, namun demi kebersamaan, ditetapkan satu mesjid jami. Mesjid An Nur dan Mesjid Albaqiyatussalihat yang ada di lingkungan pesantren putri.

Di tengah perubahan wajah desa, hampir 48 persen lahan pertanian telah berubah fungsi menjadi permukiman, puluhan musala ini tetap berdiri tegak.

Bagi warga Ujungharapan, musala bukan sekadar bangunan, melainkan rumah kedua dan identitas jati diri sebuah perkampungan.

(ded)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *