Skip to content

Sawah Selatan Menyusut, Pebayuran Jadi Target Lumbung Pangan Utama Kabupaten Bekasi

Infobekasi.co.id – Di tengah pesatnya alih fungsi lahan sawah menjadi area industri dan pemukiman, Pemerintah Kabupaten Bekasi tetap berkomitmen memenuhi target produksi beras nasional.

Tahun 2026 ini, Kementerian Pertanian menargetkan produksi hingga 503 ton per musim tanam. Untuk mengejar target tersebut, Pemkab Bekasi mempercepat Luas Tambah Tanam (LTT) sekaligus mengantisipasi ancaman kekeringan.

Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian Kabupaten Bekasi, Eem Embang, menyebut peta pertanian di Kabupaten Bekasi telah bergeser.

Kawasan selatan seperti Cikarang Selatan dan Serang Baru tak lagi dapat diandalkan karena maraknya pembangunan fisik. Kini harapan utama tertumpu pada wilayah utara.

“Untuk Kabupaten Bekasi, Insyaallah target yang ingin kita capai itu 503 ton per musim per tahun. Wilayah utara yang masih memiliki luasan sawah memadai. Sementara daerah selatan sudah banyak berubah menjadi kawasan industri dan perumahan,” ujar Eem, pada Jumat (28/8/26).

Kondisi ini bukan hal baru. Pada 2019, verifikasi Lahan Baku Sawah (LBS) bersama Kementerian ATR/BPN mencatat luas lahan pertanian sekitar 57 ribu hektare, angka yang terus menyusut seiring waktu.

Kini, Kecamatan Pebayuran diposisikan sebagai lumbung pangan utama dengan produktivitas mencapai 8-9 ton per hektare. Selain penyusutan lahan, keterbatasan air kerap membuat lahan bera dan terlewat dari target LTT.

Dinas Pertanian mengintensifkan penyaluran bantuan pompa air ke wilayah potensial seperti Pebayuran, Sukatani, Sukakarya, Sukawangi, Muaragembong, hingga Cabangbungin.

Tujuannya agar petani dapat menanam tiga kali setahun dan indeks pertanaman meningkat.

“Kita intensifkan bantuan pompa di lahan-lahan potensial tersebut. Diupayakan tiga kali tanam, tiga kali panen, untuk mendukung swasembada pangan di Bekasi,” tandasnya.

(Ari/ded)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *