Skip to content

Dari Bekas Galian Pasir, PMI Olah Telaga Hijau Serang Baru Jadi Sumber Air Bersih

Infobekasi.co.id – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bekasi mengolah sumber air dari bekas galian pasir, yang dikenal sebagai Telaga Hijau, belokasi di Kampung Tegal Kadu, Desa Sirnajaya, Kecamatan Serang Baru.

Hal ini untuk memenuhi kebutuhan warga terdampak kekeringan. Air tersebut telah melalui uji kualitas ketat dan diolah menjadi air bersih layak guna disalurkan secara cuma-cuma kepada masyarakat.

Koordinator Tim WASH PMI Kabupaten Bekasi, Haris Kusdinar, memaparkan, air dari danau tersebut terlebih dahulu diuji kelayakan mencakup aspek fisik maupun bakteriologis sebelum diolah. Hasil pengujian memastikan sumber air aman untuk diproses lebih lanjut.

“Sebelumnya memang kami sudah melakukan uji kelayakan sebelum diolah. Uji kelayakan air, kualitas air, kekeruhan, bau, rasa, dan segala macam, termasuk bakteri yang ada di danau ini. Hasilnya semua itu memungkinkan untuk diolah atau diproduksi oleh PMI,” ujar Haris di Serangbaru, pada Jumat (4/9/26).

Pengolahan memanfaatkan teknologi Water Treatment Plant (WTP) dari PMI Pusat, dilengkapi tiga unit filter (dua Veolia, satu LMS) dengan kapasitas aliran hingga 4.000 liter per jam.

“Mesin filter yang kita bawa sekarang ada tiga. Yang Veolia, terus LMS, sama sama Veolia yang untuk air siap minum, tapi kita belum produksikan yang ini. Jadi yang digunakan hanya dua. Nanti untuk air minumnya kita siapkan,” beber Haris.

Air hasil olahan berkualitas sangat baik dan jernih. Dengan pH 7,6, kadar klorin 0,3 dan kekeruhan 0,5. Meski spesifikasinya mencapai standar air minum, PMI menyalurkannya sebagai air bersih sebagai langkah kehati-hatian ekstra.

Dalam satu hari, posko lapangan mampu memproduksi sekitar 80.000 hingga 100.000 liter air bersih yang langsung diangkut armada tangki.

Penyaluran dilakukan berdasarkan permohonan warga dan hasil penilaian tim lapangan serta koordinasi dengan BPBD. Haris menegaskan seluruh layanan air bersih ini gratis tanpa pungutan biaya apa pun.

“Kami mau menghimbau kepada seluruh terutama di layanan di masyarakat, situasi terkini di lapangan itu jangan dicampuradukkan. Karena semua air bersih yang kami dorong ke masyarakat itu benar-benar murni gratis,” imbaunya.

Posko tanggap darurat di lokasi ini direncanakan beroperasi selama satu bulan pertama, dan masih bisa diperpanjang mengikuti perkembangan situasi kekeringan serta kebijakan daerah maupun pusat.

(Ari/ded)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *