Diklat 100 Guru, Himpaudi Kota Bekasi Inginkan Adanya Peningkatan Metode Pengajaran

Guru-Guru Paud Kota Bekasi yang Mengikuti DiklatBEKASI SELATAN – Untuk terus meningkatkan kemampuan guru dalam memberikan pengajaran kepada anak didik, sebanyak 100 guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kota Bekasi mengikuti Diklat angkatan ke-6 di Balai Patriot, Kamis (07/04) sore.

Kepada infobekasi.co.id, Ketua Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (Himpaudi) Kota Bekasi, Lusiowati, menjelaskan bahwa para guru Paud kedepan harus dapat meningkatkan metode pengajaran serta mengembangkan kemampuan daya saing dengan yang lain.

“Ini sudah angkatan keenam. Setiap angkatan minimal 100 guru yang mengikutinya. Kita berharap kedepan para guru Paud lebih memiliki kompetensi mengajar,” kata Lusi.

Turut hadir sebagai pembicara yakni Dirjen Pembinaan GTK Paud dan Dikmas, Nasrudin, dan Ketua PP Himpaudi Indonesia, Netty Herawati.

“Kita tahu perkembangan teknologi semakin canggih, maka guru-guru juga harus update, mengetahui perkembangan tersebut,” imbuh Lusi.

Dengan mengingatkan kompetensi para guru Paud, maka secara otomatis guru-guru Paud dapat meningkatkan kemampuan belajar dengan merasang motorik anak-anak.

“Berbagai metode pengajaran, mulai dari bernyanyi dan bermain. Sangat mudah untuk dilakukan, agar anak-anak memiliki daya imajinasi yang aktif,” kata Nasrudin.

Ia juga menyinggung, bahwa peran guru Paud sangatlah penting dalam memberikan pendidikan, merangsang motorik anak-anak, meskipun itu hanya dengan cara-cara yang sederhana, misalnya bernyanyi.

“Orangtua mungkin tahunya anaknya sedang bernyanyi sama guru. Padahal guru sedang merasang motorik anak dengan cara bernyanyi. Misalnya lagu Balonku,” papar Nasrudin.

Mendukung pernyataan Nasrudin, Netty Herawati mengungkapkan, dihadapan para peserta Diklat bahwa guru Paud adalah merupakan tombak bagi anak didik agar kedepan, setelah masuk ke jenjang pendidikan SD, SMP, SMA atau bahkan perguruan tinggi, dengan sebelumnya sudah ditanamkan akhlak yang baik dari PAUD.

“Untuk itu, guru Paud mulai dari sekarang harus memperhatikan proses metode mengajar supaya anak-anak kita ini akan tumbuh kembang, menjadi penerus untuk menuju Indonesia emas 2045,” ujar Netty. (Sel)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini