Infobekasi.co.id – Keterbatasan personel menjadi salah satu alasan Satpol PP Kabupaten Bekasi kurang maksimal dalam mengawasi tempat hiburan malam (THM). Akibatnya, muncul persoalan seperti pemandu lagu atau lady escort (LC) memakai seragam SMA di sebuah THM.
“Tugas Satpol PP banyak, tak hanya mengawasi THM, tapi juga menjaga keamanan dan ketertiban umum. Apalagi memang jumlah anggotanya sangat sedikit dibandingkan dengan jumlah masyarakat yang begitu banyak,” ucap Penjabat Bupati Bekasi Dani Ramdan, Senin (12/9).
Untuk saat ini saja, personel penegak perda ini di tiap kecamatan diinstruksikan memantau keberadaan tempat pembuangan sementara (TPS) sampah ilegal yang bermunculan di Kabupaten Bekasi.
“Sekarang saya kerahkan sebagian besar petugas Satpol PP untuk mengawasi TPS liar,” ucap Dani.
Plt Kepala Satpol PP Kabupaten Bekasi, Deni Mulyadi mengatakan, jumlah personelnya saat ini yang berstatus non-ASN hanya 224 orang. Jumlah tersebut dianggap jauh dari ideal.
Baca juga : Satpol PP Kabupaten Bekasi Didesak Tindak Tegas LC Berseragam SMA
“Sekarang kondisi riil anggota kami hanya ada 224 yang non-ASN, kalau ASN-nya kurang dari 70 orang saja. Jadi memang sedikit sekali,” katanya.
Seharusnya, kata dia, berdasarkan kajian yang dilakukan beberapa tahun lalu jumlah personel yang dibutuhkan idealnya 600 orang.
“Kami pernah buat kajian, idealnya Satpol PP di Kabupaten Bekasi harusnya 600 sampai 700 orang,” katanya.
Karena alasan itu, maka personel diupayakan bekerja secara optimal mengawasi masalah gangguan ketentraman dan ketertiban umum.
“Ditambah lagi, di sini banyak sekali masalahnya, jadi saya optimalkan petugas untuk memantau kalau misalnya ada aduan. Saya harapkan masyarakat juga langsung melapor kalau ada masalah sehingga bisa langsung ditindaklanjuti,” katanya.(kendra)





























