Infobekasi.co.id – Guna mencegah kenaikan harga bahan pangan di pasar, Pemerintah Provinsi Jawa Barat bakal mengucurkan anggaran Rp.10 Miliar untuk pelaksanaan operasi pasar murah Bulan Ramadan.
Beberapa langkah antara lain, Program Operasi Pasar Murah, Progam Pangan Murah, maupun Program Subsidi Transportasi.
“Operasi Pasar, Kemudian ada gelar Pasar Murah itu beda. Kalau operasi pasar dilakukan di pasar, kalau gelar pangan murah itu di ruang ruang publik plus ada subsidi transportasi, kalau yang bikin mahal ternyata biaya logistik. Kenaikan wajar setiap tahun, selama itu Ramadan, lebaran. Asal kenaikannya masih dalam kategori yang wajar,” ujar Gubernur Jabar Ridwan Kamil yang biasa disapa Kang Emil beberapa waktu lalu.
Kang Emil menambahkan, saat bulan Ramadan, kebutuhan harga bahan pokok di wilayah Jawa Barat sejauh kenaikan harga pangan tergolong variatif.
Pernyataan tersebut, disampaikannya selepas dirinya melakukan pemantauan harga bahan di setiap pasar yang ada di Jawa Barat.
“Ya, jadi sudah saya pantau. Semua daerah naik, harganya beda-beda. Seperti di Depok itu ada bawang dan cabai yang memiliki kenaikan harga. Sedangkan kalau di wilayah Karawang, itu ada ayam yang memiliki kenaikan harga. Wilayah Banjar itu ada ada telur yang mengalami kenaikan harga,” beber Kang Emil kepada awak media selepas melakukan sidak pasar di Jalan RA Kartini, Rabu (29/03/2023).
Adanya kenaikan harga bahan pokok tersebut. Pemerintah daerah berencana untuk melakukan pemetaan setiap wilayah yang ada di Jawa Barat.
“Jadi sekarang sudah mulai terpetakan. Kita dorong setiap wilayah yang ada di Jawa Barat untuk berdagang dengan tetangganya. Semisal, untuk saling membeli barang dari satu wilayah ke satu wilayah lain, guna menetralisir harga bahan sebagai hubungan perdagangan agar tidak terjadi kesalahan,” tutur Ia.
Kontributor: Denny Arya
Editor: Deros dede Rosyadi






























