Infobekasi.co.id – Penyetruman ikan menjadi pemandangan yang tak asing lagi di Desa bahkan di pinggir perkotaan. Bagi sebagian warga, ini adalah cara mudah untuk memenuhi kebutuhan protein hewani, terutama di saat hasil panen ikan tradisional menurun.
Namun, di balik kemudahan itu, tersimpan ancaman serius bagi kelestarian lingkungan. Praktik ini merusak ekosistem sungai, mengancam keberlanjutan populasi ikan, dan berdampak pada kembang biak ikan dan hewan air lainnya.
Dalam sebuah foto, menampilkan seorang yang sedang berjalan di aliran sungai kecil di tengah lingkungan pedesaan yang rimbun. Sungai tersebut diapit oleh vegetasi lebat, termasuk tanaman bambu dan pakis. Pohon kelapa yang tinggi menjulang di latar belakang, menunjukkan suasana pedesaan tropis.
Seseorang tersebut tampak membawa alat penangkap ikan bertenaga listrik (setrum ikan). Suasana di foto tampak tenang dan sedikit suram, mungkin karena cuaca mendung.
“Spot mancing distrum, sue,” ucap seorang pemancing musiman yang hanya bermodal joran pancing sederhana, dengan nada kesal.
Para mancing mania dan pihak terkait perlu memberikan pelatihan dan pendampingan kepada warga untuk beralih ke metode penangkapan ikan yang ramah lingkungan. Rawatlah alam, niscaya alam akan memberikan ‘isinya’ kepadamu.
D.Rosyadi
#MancingIkan #Infobekasi #Ikan






























