Infobekasi.co.id – Pukul 06.30 pagi, Senin (15/12/25), Dede Rosyadi dan Ihsan Fahmi sudah berada di Gedung Balai Pertemuan Polda Metro Jaya. Kedua jurnalis Infobekasi.co.id itu ikut Uji Kompetensi Wartawan (UKW) yang mereka sebut “ujian terpenting sepanjang karir”.
UKW angkatan ke 64 ini digelar dari kolaborasi PWI Jaya, FWP, dan Polda Metro Jaya. Ada 86 peserta dari berbagai media, dibagi ke jenjang Muda, Madya, dan Utama, dengan penguji langsung dari PWI Pusat.
“Kami bukan cuma diuji menulis, tapi Semua aspek teori dan praktik jurnalistik, menggelar rapat redaksi, membuat agenda liputan, mengedit berita, analisis liputan dan membangun jejaring narasumber” ujar Dede Rosyadi, sebagai peserta UKW Tingkat Madya.
Setiap jenjang memiliki 11 mata uji yang tidak cuma soal tulis, tapi juga praktik langsung. Tidak ada pilihan ganda, semuanya tentang pemahaman mendalam tentang kode etik, hukum pers, teknik wawancara, penyusunan agenda liputan, rapat redaksi dan kekuatan jejaring narasumber.
Dia menjelaskan bahwa soal-soal dirancang dengan “jebakan” yang membuat peserta harus memikirkan dua kali sebelum menjawab. Selain itu, durasi waktu terbatas, tiap soal harus dijawab sesuai waktu yang ditentukan penguji.
“Soal disiplin waktu menjawab sudah ditentukan. Jika lewat, bisa gak kelar jawaban. Ada soal tentang KEJ dan Hukum Pers. Kalo salah tanggapan, berarti kita tidak paham hukum pers. Itu berbahaya buat kerja para jurnalis,” beber Deros, panggilan akrab Dede Rosyadi.
Penguji benar-benar tegas. UKW ini bener-bener ‘bukan main-main’. Hanya mereka yang siap dan serius yang bisa lulus. Butuh persiapan mental dan wawasan tentang jurnalistik.
“Disini kompetensi seorang jurnalis diuji,” ucap Deros.
Selain Deros, ada juga Ihsan Fahmi yang ikut UKW jenjang Muda. Menurutnya, tantangan terbesar datang pada sesi uji jejaring narasumber. Dia diminta mencantumkan 20 nama narasumber, dan kemudian satu di antaranya dipilih secara acak untuk ditelpon langsung di depan penguji.
“Saya kaget banget pas nama narasumber yang saya pilih itu dipanggil. Dia orang penting di instansi pemerintah. Saya khawatir dia sibuk dan tidak mau ngangkat,” cerita Ihsan.
Saat teleponnya berdering, jantung Ihsan berdebar kencang. Untungnya, narasumbernya akhirnya menjawab, dan Ihsan lolos dari materi penguji tersebut.
Selama dua hari, ujian UKW digelar secara ‘maraton’. Tidak ada waktu untuk mikir makan, apalagi merokok sambil ngopi. Tiap soal memiliki durasi yang terbatas, sehingga harus secepatnya memproses menulis jawaban.
“Kita udah lupa itu yang namanya capek selama dua hari. Yang ada di benak cuma satu, harus lulus !,” ujar Ihsan.
Setelah semua ujian selesai pada hari Selasa (16/12), para penguji mengumpulkan semua peserta di ruang besar. Suasana menjadi tegang, setiap peserta menanti pengumuman kelulusan. Dari 86 peserta, enam orang gagal; dua jenjang Madya dan empat jenjang Muda.
Bagi Dede Rosyadi dan Ihsan, keberhasilan ini lebih dari sekadar mendapatkan kartu UKW dan sertifikat. Melalui UKW, mereka mendapatkan pengakuan resmi dari Dewan Pers, perlindungan hukum, dan akses liputan yang lebih luas.
“Ini bukti bahwa kita bekerja secara profesional. Bagi saya, ini bukan akhir, tapi awal untuk menjadi jurnalis yang lebih baik,” tutup Ihsan dengan senyum yang penuh bangga.
#Infobekasi #UKW #DewanPers #PWI






























