Sempat Viral, Warga Muara Bakti Babelan Temukan Penambangan Emas Ternyata Hoaks

Infobekasi.co.id – Sebuah video beredar di media sosial yang memperlihatkan aktivitas warga diduga menemukan penambangan emas di salah satu rumah di di Jalan Muara Pinang Lima, RT 16 RW 09, Desa Muara Bakti, Kecamatan Babelan, Kbupaten Bekasi.

Berdasarkan video berdurasi 45 detik diterima Infobekasi, terlihat sejumlah orang sedang mengecek pasir atau tanah di wadah piring. Mereka menduga butir-butir kecil berwarna kuning keemasan dari pasir itu merupakan emas.

“Ada, kalau saya yakin ada. Itu yang kuning-kuning apa tuh, bercak-bercak. Ini (emas), Dia adanya di ujung-ujung, apalagi yang di airnya kotor, kalau kata orang bilang mah, kalau di air lima gram di pasir 10 gram, gitu Dia bilang ke saya,” ucap seseorang di dalam video tersebut.

Rupanya, video aktivitas itu berada di rumah milik warga bernama Mugni, yang tinggal di Jalan Muara Pinang Lima, RT 16 RW 09, Desa Muara Bakti, Kecamatan Babelan.

Menanggapi kejadian itu, anak dari Mugni bernama Eman menegaskan, bahwa berita penambangan emas itu tidak benar dan merupakan hoaks. Tidak ada kegiatan penambangan emas, melainkan hanya sejumlah orang sedang mencari barang hasil pengumpulan dari para pengrajin yang bisa dijual.

“Bohong itu sih (berita) bukan tambang emas, itu video lagi mirit (melihat) doang yang saya bilang tadi nyari tahu ada sesuatu yang bisa dijual atau tidak,” tukas Eman kepada wartawan, Selasa (23/12/2025).

Ia menambahkan, bahwa aktivitas seperti itu memang kerap dilakukan oleh orang tuanya dan para pekerja lainnya. Sementara video yang viral di media sosial itu menunjukkan mereka sedang mengolah sisa hasil kerja pengrajin kalung.

Apabila limbah olahan itu masih memiliki nilai jual, maka orang tuanya dan pekerja akan menjualnya kepada siapapun yang berminat.

“Yang video itu sisa dari pengrajin kalung gelang, kadang-kadang campur ada tembaga, perak, kadang-kadang bukan emas. Di video itu, bapak saya yang sedang melakukan aktivitasnya. Napak itu bekerja sebagai kuli bangunan, dia cuma ngisi waktu kosong aja kalau mengolah limbah,” tutup Eman.

(Fahmi/Deros)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini