infobekasi.co.id – Misi Artemis II yang diusung Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) kembali menyita perhatian dunia. Salah satu aspek teknis yang paling menarik untuk dikaji adalah bagaimana kapsul antariksa Orion mampu bertahan saat memasuki atmosfer Bumi dengan kecepatan dan suhu yang luar biasa tinggi.
Saat perjalanan pulang menuju Bumi, kapsul Orion melaju dengan kecepatan lebih dari 39.000 km per jam. Gesekan dengan lapisan udara atmosfer pada kecepatan tersebut menghasilkan suhu ekstrem yang mencapai 2.700 derajat Celcius, atau jauh lebih panas dibandingkan dengan lava yang keluar dari gunung berapi.
Hal ini menimbulkan pertanyaan mendasar di kalangan masyarakat awam maupun pengamat antariksa. Mengapa wahana buatan manusia ini tetap utuh, padahal benda langit alami seperti asteroid sering kali hancur berantakan saat memasuki lapisan atmosfer yang sama?
Data dari berbagai sumber, jawabannya terletak pada perbedaan struktur dan perlindungan yang dimiliki oleh kedua objek tersebut. Secara alami, asteroid tidak dilengkapi dengan sistem pertahanan apa pun. Saat memasuki atmosfer, benda tersebut harus menahan tekanan dan suhu panas secara langsung. Akibatnya, struktur batu atau logamnya akan retak, terbakar, hingga hancur berantakan sebelum sempat menyentuh permukaan tanah.
Kondisi tersebut berbeda jauh dengan kapsul Orion. Wahana ini dirancang dengan teknologi canggih dan dilengkapi perisai panas atau heat shield berbahan khusus. Dalam terminologi ilmiah, mekanisme perlindungan yang digunakan ini dikenal dengan nama Ablasi.
Prinsip kerja teknologi ini cukup unik namun efektif. Lapisan paling luar dari perisai tersebut sengaja didesain untuk terbakar dan mengelupas saat terkena panas ekstrem. Proses pembakaran dan pengelupasan lapisan ini berfungsi menyerap sekaligus membuang energi panas ke luar, sehingga bagian struktur utama kapsul serta awak di dalamnya tetap terlindungi dari jangkauan suhu tinggi.
Sebagai gambaran perbandingannya:
– Asteroid hancur karena tidak memiliki lapisan pelindung apa pun.
– Orion selamat karena dilindungi oleh perisai yang didesain untuk “mengorbankan diri” demi melindungi bagian di dalamnya.
Dengan demikian, keberhasilan kapsul ini melewati proses masuk atmosfer dengan selamat bukan disebabkan oleh rendahnya suhu yang dihadapi, melainkan berkat kemampuan manusia dalam mengembangkan teknologi yang mampu beradaptasi dan mengatasi tantangan alam tersebut.
Editor: D. Rosyadi






























