Infobekasi.co.id – Dugaan sementara penyebab meninggalnya balita MAJ (2 tahun) di rumah kontrakan Omah Seruni 99, Jatisampurna, mengarah pada kondisi kesehatan G (18 ), sang paman balita. G sudah dua hari tidak mengonsumsi obat penenang yang rutin diminum lantaran obat tersebut telah habis, sehingga diduga memicu kambuhnya kondisi kejiwaan selama ini dideritanya.
Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota, Kompol Andi Muhammad Iqbal, menuturkan, berdasarkan penelusuran riwayat kesehatan, G memang tercatat sebagai pasien sedang dalam pemantauan dan penanganan tim psikiater. Kondisi kesehatannya memang memerlukan dukungan obat-obatan rutin agar tetap stabil.
“Kami sudah menelusuri riwayat kesehatan yang bersangkutan. Memang benar, G sebelumnya pernah dibawa ke psikiater dan menjalani pengobatan rutin,” ujar Kompol Andi saat dikonfirmasi awak media, Kamis (28/5/2026).
Berdasarkan keterangan diperoleh, ketergantungan terhadap obat penenang cukup tinggi bagi G. Namun, dalam dua hari terakhir, obat yang biasa dikonsumsi itu sudah habis dan belum sempat diperbarui, sehingga ia tidak meminumnya.
“Dari informasi yang kami dapat, obat yang biasa diminum itu sudah habis. Sudah dua hari ini beliau tidak mengonsumsi obat tersebut,” jelasnya.
Melihat kondisi tersebut, pihak kepolisian segera bergerak membantu menstabilkan keadaan G. Penyidik telah meminta rincian obat yang biasa diresepkan dokter dan langsung memberikannya kepada G agar kondisinya kembali terjaga.
“Kami sudah meminta data resep obat yang biasa dikonsumsi, dan kami pastikan obat itu tersedia dan diminumkan agar kondisinya lebih tenang dan stabil kembali,” tutur Kompol Andi.
Berdasarkan rangkaian fakta di lapangan, hasil penyelidikan sementara, serta keterangan dari 10 orang saksi, dugaan sementara mengarah ke G. Diduga, saat kondisinya tidak stabil, G melukai keponakannya, MAJ, menggunakan pisau dapur. Luka-luka yang dialami MAJ cukup serius hingga akhirnya nyawanya tak tertolong dan berpulang di tempat kejadian. Setelah kejadian itu, G juga diketahui melukai dirinya sendiri menggunakan benda yang sama.
“Ditemukan adanya luka di bagian mulut dan juga luka di dada. Diduga itu dilakukan oleh yang bersangkutan kepada dirinya sendiri setelah kejadian itu terjadi,” beber Kompol Andi.
Peristiwa naas itu pada Rabu malam, 27 Mei 2026. Saat itu, di dalam rumah kontrakan nomor 7 tersebut hanya ada MAJ dan G. Sementara itu, M, yang merupakan ibu dari G sekaligus nenek dari MAJ, belum pulang ke rumah lantaran sedang beraktivitas berdagang.
“Jadi saat kejadian hanya ada mereka berdua di rumah. Ibu dari G belum kembali karena masih berdagang,” jelasnya.
Saat ini, G masih dalam masa pemulihan dan pengawasan medis di rumah sakit. Pihak kepolisian masih terus memantau dan mendalami peristiwa ini, namun pemeriksaan lebih lanjut masih ditunda menunggu kondisi fisik dan mental G benar-benar pulih dan stabil.
“Kami masih menunggu kondisi yang bersangkutan benar-benar pulih dan stabil secara medis. Setelah dinyatakan aman oleh dokter, barulah kami akan melakukan pendalaman keterangan lebih lanjut terkait apa yang sebenarnya terjadi malam itu,” pungkasnya.
(Fahmi/DR)




























