Curiga, Nenek Laporkan Anak Kandung Membunuh Cucunya

20150821031505Bekasi Timur – Didampingi kuasa hukum, seorang nenek bernama Ari Hananti (67) melaporkan anak kandungnya sendiri, VA (37) kepada polisi karena kecurigaannya terhadap peristiwa meninggalnya sang cucu, Rayyan Algifari yang dirasa janggal.

Saat melaporkan pada kamis (20/8) malam, Ari mengaku sengaja melaporkan hal ini karena curiga dengan kematian cucunya yang masih berusia empat bulan. Dia menduga, cucu keempatnya itu menjadi korban penganiayaan yang dilakukan oleh VA, ibu kandung korban sendiri.

Dalam pengakuannya, Ari mengungkapkan bahwa saat jenazahnya dimandikan sehari setelah kematiannya, tangan dan tubuh Rayyan yang sebelah kanan tampak lebam dan membiru. Padahal sebelum cucunya tewas, Rayyan dalam kondisi sehat.

“Di mata keluarga VA dikenal sebagai perempuan yang tempramental. Bahkan saya sempat diancam akan dibunuh karena terus mempertanyakan luka lebam di tubuh Rayyan,” ujar Ari, Jumat (22/8).

Warga Komplek Perumahan Auri Jalan Kunang-Kunang RT 05/13, Kelurahan Margahayu, Kecamatan Bekasi Timur ini meyakini kalau Rayyan meninggal dunia pada Rabu (5/8) malam, ketika dia bersama suaminya sedang pergi ke rumah kerabat di daerah Bintaro, Tangerang Selatan.

Sementara menurut Kepala Sub Bagian Humas Kepolisian Resor Kota Bekasi Kota, Siswo mengatakan, pihaknya masih melakukan interogasi terhadap VA, Ari sebagai pelapor dan saksi-saksi di lapangan.

“Mereka masih diperiksa oleh penyidik Unit PPA (Perlindungan Perempuan dan Anak),” kata Siswo.

Berdasarkan laporan saksi, kematian korban diduga tidak wajar. Sebab ditemukan luka lebam di tangan kanan dan telinga Rayyan. Hingga kini, polisi masih menunggu hasil pemeriksaan pelapor dan sejumlah saksi.

“Setelah itu baru bisa kita tentukan apakah makam korban dibongkar untuk dilakukan otopsi. Karena untuk membuktikan hal ini, perlu adanya pemeriksaan terhadap tubuh korban.”Pungkasnya.(sel)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini