Bekasi Selatan – Di tengah polemik penyelesaian terkait pengelolaan sampah DKI Jakarta di Bantargebang, ternyata sampah di Kota Bekasi juga belum tertangani dengan maksimal. Pasalnya dari 1.529 ton sampah per hari milik warga Kota Bekasi belum bisa seluruhya terangkut dengan baik. Sehingga mengakibatkan banyaknya sampah liar yang masih tertumpuk pada titik-titik tertentu di 12 kecamatan.
Kepala Dinas Kebersihan Kota Bekasi, Abdillah mengakui bahwa pihaknya tidak bisa mengangkut seluruh sampah yang berasal dari warga. Hal ini disebabkan angkutan truk yang dimiliki Pemkot Bekasi hanya berjumlah 170 truk dan itupun tidak semua dalam kondisi bagus.
“Namun demikian, saat ini dalam APBD-P, Dinsih mendapatkan anggaran tambahan sebesar Rp 28 Miliar untuk pengadaan 70 truk, serta ditambah lagi bantuan 30 truk dari Pemprov DKI Jakarta. Jadi kita upayakan produksi sampah yang ada di lingkungan masyarakat nantinya bisa terangkut meskipun belum keseluruhan,” jelas Abdillah, Selasa (27/10).
Dia berharap masyarakat juga bisa ikut meminimalisir sampah, yakni dengan cara memilah sejak dari rumah atau memanfaatkan bank sampah. Dengan begitu, kata dia, tidak ada sampah lagi yang berceceran karena tidak terangkut. disisi lain, masyrakat juga bisa ikut mendapatkan kentugan dari sampah itu.
“Kita mengakui tidak semua sampah yang ada di Kota Bekasi terangkut, namun hal tersebut tergantung kepada pengurus atau koordinator masyarakat dengan UPTD di wilayah. Oleh sebab itu, kita berharap masyarakat bisa berperan aktif untuk melakukan pengurangan sampah yang akan dibuang,” tandasnya.(Sel).





























