Kisruh Bantargebang, PT. GTJ: Ahok Fitnah Masalah Tipping Fee Rp. 400 M

ahok2Bantargebang – Disebutkan telah menerima tipping fee sebesar Rp 400 Milyar Per tahun oleh Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), Direktur Utama PT Godang Jaya, Rekson Sitorus membantah hal tersebut. Dia merasa perusahaannya telah difitnah.

“Saya klarifikasi bahwa kita nggak pernah mendapatkan tipping fee melebihi Rp 200 Miliar. Kalau gubernur bilang kita menerima Rp400 miliar itu fitnah, bohong,” kata Rekson, Senin (26/10) sore.

Rekson mengatakan bahwa tipping fee sebesar Rp 200 miliar bukan hanya diberikan kepada PT Godang Tua Jaya (GTJ), tapi juga dibagi PT Navigat Organic Energy Indonesia yang bertindak sebagai perusahaan yang membantu mengelola sampah. Pemerintah Kota Bekasi juga mendapatkan bagian sebesar 20 persen dari nilai tipping fee untuk Community Development.

Menurut Rekson, dalam kontrak disebutkan tipping fee yang diberikan kepada PT Godang Tua Jaya dihitung berdasarkan jumlah sampah yang dikirim oleh Pemprov DKI Jakarta ke TPST Bantargebang.

“Jadi tidak ditetapkan Rp 400 miliar, tidak seperti itu,” imbuhnya.

Di kesempatan itu pula, Rekson juga membantah kalimat yang sempat dituduhkan Ahok bahwa perusahaannya bermain dengan DPRD Bekasi terkait pembagian tipping fee dan pengelolaan sampah di TPST Bantargebang. Bahkan, Rekson mengaku akan melaporkan hal tersebut ke pihak kepolisian.

“Ini salah satu yang betul ingin kita laporkan jalur hukum, kok kami difitnah dengan hal-hal seperti itu. Mana ada urusan kami dengan DPRD. Ini kan hubungan kerjasama antara dua pemerintah daerah (pemprov DKI dan pemerintah Kota Bekasi),” jelasnya.

Pihak PT GTJ mengaku tidak pernah mendistribusikan tipping fee ke masyarakat maupun DPRD. Menurut Rekson, tipping fee tersebut langsung diberikan ke kas daerah Kota Bekasi sebanyak 20 persen, sementara sisanya untuk operasional.

“Tidak ada korelasinya dengan kami, kami melihat dikit-dikit Godang Tua aktornya, yang menciptakan suasana gaduh. Kami selalu difitnah seperti itu, kami berbuat apa?” Sambungya.

Rekson juga mengaku pihaknya siap diaudit oleh BPK seperti yang diinginkan Ahok. Menurutnya selama ini, dua kali dalam setahun PT Godang Tua Jaya diaudit oleh auditor.

Sebelumnya, Ahok telah meminta Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) untuk menyelidiki aliran dana tipping fee yang diberikan ke PT Godang Tua Jaya. Ahok curiga ada pihak yang bermain dalam tipping fee tersebut, salah satunya anggota DPRD Bekasi.

“Di pemberitaan seolah-olah kami membagi uang ke preman, aparatur, itu sangat menyesatkan. Kami siap di periksa,” ujarnya. (Sel)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini