Penerapan Uji Coba Kantong Plastik Berbayar Oleh BPLH

KRESEK BERBAYARBEKASI SELATAN – Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) akhirnya menerapkan uji coba penggunaan kantong plastik berbayar. Kebijakan ini dimulai dari usaha retail, seperti supermarket dan minimarket di Bekasi. Uji coba penerapan langkah ini diterapkan karena bertepatan pada Hari Peduli Sampah Nasional 21 Februari lalu. Hal ini dikatakan oleh Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH), Supandi Budiman, Senin (22/02).

Disemua kota besar di Indonesia mulai menerapkan uji coba penggunaan kantong plastik berbayar di sejumlah supermarket di Bekasi. Program ini bertujuan untuk mengurangi jumlah limbah sampah yang semakin banyak.

Menurut Kepala BPLH, Supandi Budiman, “Uji coba penerapan penggunaan kantong plastik berbayar ini dilakukan karena bahan plastik yang susah diurai dalam tanah. Bayangkan saja jumlah limbah sampah plastik di Bekasi mencapai 1,3 ton perharinya.”

Dari aspek lingkungan akan menimbulkan dampak yang luar biasa. Bahkan menurut ahli dari ITB, kalau sampai tahun 2050 tidak dikurangi penggunaan kantong plastik, maka laut di Indonesia akan lebih banyak kantong plasti ketimbang ikannya. Oleh karena itu, pengolahan plastik berbahan ramah lingkungan diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Regulasi keputusan walikota untuk mengurangi skala sampah yang ada di Kota Bekasi, dan didukung dengan kebijakan Undang-Undang No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup untuk mengurangi sampah plastik yang ada di Indonesia.

Upaya yang dilakukannya, yaitu mensosialisasikan kepada masyarakat untuk mengurangi kantong plastik dan mengganti kardus atau paper bag khusus, sehingga lebih ramah lingkungan.

Lanjut Kepala BPLH, “Plastik yang dibayarkan sebesar 500 rupiah. 200 untuk membeli plastik , 300-nya untuk membayar pengolahan kembali sampah, tentunya dengan bahan yang ramah lingkungan, atau dengan berbelanja menggunakan keranjang dan paper bag agar lebih efektif dan efisien.” katanya.

Ada jangka waktu yang diterapkan uji coba penggunaan kantong plastik ini, agar kedepannya terlihat ada perubahan terhadap pengurangan jumlah sampah. Melakukan gerakan masyarakat tanpa menggunakan kantong plastik pada saat berbelanja dirasa mempunyai potensi besar dalam membawa perubahan. Sementara kantong plastik sendiri membutuhkan waktu 500 tahun untuk menguraikannya. (Oliv)

Sumber Gambar : Liputan6

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini