Tanggul Kali Bekasi Jebol, Sejumlah Perumahan di Kota Bekasi Terendam Banjir

Banjir Setinggi Atap Rumah Warga Perumahan PGP BekasiJATIASIH – Sejumlah permukiman warga di bantaran Kali Bekasi, Kota Bekasi, Jawa Barat, terendam banjir kiriman dari wilayah Kabupaten Bogor, Kamis pagi (21/04).

“Air kali naik kira-kira pukul 08.00 WIB. Sekarang ketinggian air di jalan perumahan saya sudah sampai sebetis orang dewasa,” kata warga Perumahan Pondok Mitra Lestari, Jatiasih, Atik Lestari.

Menurut dia, air kali pertama masuk ke perumahan tersebut melalu saluran air dan melimpas ke sejumlah jalan lingkungan.

“Belum masuk ke dalam rumah, tapi air terus bertambah tinggi,” katanya.

Banjir tersebut menerjang akses jalan di RW 015 Perumahan Pondok Mitra Lestari, di antaranya Jalan Cendana Raya dan Jalan Jamrud.

Sejumlah warga di kawasan itu mulai melakukan evakuasi terhadap barang berharga, seperti kendaraan, ke sejumlah lokasi aman di bagian gerbang depan perumahan.

Berdasarkan pantauan para petugas di lokasi melaporkan, situasi serupa juga melanda Perumahan Pondok Gede Permai (PGP) Jatiasih, Kemang Ivi, dan Kemang Pratama, Kota Bekasi.

PGP Bekasi Banjir Akibat Tanggul yang JebolWarga PGP Jatiasih, Alexander, mengatakan banjir di lokasi itu relatif lebih tinggi akibat adanya kebocoran pada tanggul Kali Bekasi di RW 08.

“Air rembes dari sela tanggul jadi lebih tinggi sekitar 40 centimeter,” katanya.

PGP menjadi lokasi terparah banjir kali ini karena lokasinya yang berada pada titik pertemuan Kali Cikeas dan Cileungsi menuju aliran Kali Bekasi.

“Padahal hujan semalam tidak terlalu deras, tapi tiba-tiba volume air meningkat drastis sejak jam 08.00 WIB,” katanya.

Sejumlah personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi nampak bersiaga di lokasi banjir lengkap dengan perahu karet dan sejumlah alat evakuasi korban.

“Tenda pengungsian sudah kami siapkan di bagian depan PGP,” kata salah satu personel BPBD Kota Bekasi.

Mengetahui kabar tersebut, Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi, selepas acara apel Hut Satpol PP ke-66 di lapangan alun-alum Kota Bekasi, langsung menginstruksikan Dinas Bimarta Kota Bekasi, BPBD Kota Bekasi, dan petugas Bendung Kali Bekasi, untuk segera membuka pintu bendung agar situasi banjir di permukiman bantaran Kali Bekasi dapat berkurang.

“Tadi sudah saya instruksikan langsung, Dinas Bimarta dan BPBD sudah langsung berkoordinasi untuk penanganan. Saya minta kepada petugas bendung, agar pintu bendung segera dibuka, sebab posisi bendung Kali Bekasi sangat strategis mengelola aliran Kali Bekasi,” katanya.

Hal itu dikatakan Rahmat menyikapi situasi banjir yang melanda sejumlah perumahan di bantaran Kali Bekasi, akibat air kiriman dari Kabupaten Bogor

Menurut Rahmat, banjir tersebut akibat curah hujan di kawasan Sentul dan Bukit Hambalang Bogor yang cukup tinggi semalam.

“Bendung Kali Bekasi merupakan kewenangan Dirjen Sumber Daya Air. Kalau pintu bendung telat dibuka, otomatis perumahan bantaran Kali Bekasi pasti banjir,” katanya.

Untuk itu, pihaknya tengah mengintensifkan komunikasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat untuk dapat mengelola secara bersama Bendung Kali Bekasi di Jalan M. Hasibuan, Bekasi Selatan.

“Kita ingin kelola bersama bendung itu, sebab dalam waktu kurang dari enam jam, air dari Bogor sampai di Kota Bekasi melalui Kali Cikeas dan Cileungsi,” katanya.

Bila proses pembukaan bendung terlambat minimal satu jam, kata dia, sudah bisa dipastikan perumahan di sekitar bantaran seperti Pondok Gede Permai, Kemang Ivy, Kemang Pratama, dan lainnya terendam banjir.

Sementara itu, situasi banjir terparah terpantau di sekitar PGP dengan ketinggian air sekitar satu meter akibat kebocoran tanggul di RW 08.

Banjir juga melanda Perumahan Kemang Pratama, dan Pondok Mitra Lestari dengan ketinggian 15-40 centimeter di bagian jalan.

Dan diketahui, saat ini banjir sudah mencapai atap rumah warga. (Ez)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini