12 September esok, umat Muslim akan merayakan Hari Raya Idul Adha. Saat ini tentu saja sudah banyak penjaja hewan kurban, baik kambing, domba, maupun sapi di pinggir-pinggir jalan. Kebiasaan berkurban ini dimulai ketika zaman Nabi Ibrahim, yang pada saat itu Beliau bermimpi untuk menyembelih anaknya sendiri, Ismail, atas perintah Allah SWT.
Berbicara mengenai hewan kurban, sebenarnya hewan yang layak untuk dikurbankan tidak hanya kambing, domba, dan sapi saja, namun unta juga bisa. Tapi karena unta bukanlah hewan yang umum di Indonesia, maka hewan ini tidak masuk dalam daftar kurban di Indonesia.
Hukum berkurban sendiri adalah sunah muakkadah. Sedangkan jika seseorang itu mampu, dan tidak berkurban, maka hukumnya menjadi makruh, karena keagungan dari berkurban.
Nah, jika anda ingin berkurban, maka ada beberapa hal yang harus anda perhatikan sebelum membeli hewan tersebut. Anda harus memilih yang terbaik, karena daging kurban ini akan anda berikan ke orang-orang yang berhak bukan? Berikut daftarnya seperti yang dilansir dari teksberita.com.
Tidak Cacat
Pilihlah hewan yang sempurna dan tidak ada cacat untuk dikurbankan. Kecuali jika memang tidak memiliki pilihan lain, seperti pasokan yang minim.
Umur Hewan
Jika ingin berkurban kambing, maka pastikan umurnya sudah satu tahun atau lebih. Dan untuk domba, pilihlah yang sudah berumur 6 bulan hingga satu tahun. Sementara untuk sapi, pilih yang sudah berumur dua tahun atau lebih.
Agar dapat memastikan umur hewan tersebut, anda bisa mengeceknya sendiri dengan cara yang cukup sederhana. Yakni lihatlah susunan gigi depan (gigi seri) hewan yang akan dibeli, apakah sudah menjadi gigi tetap ataukah masih gigi susu. Ciri-cirinya adalah, bila gigi tetap maka ukurannya lebih besar dibandingkan dengan gigi susu, selain itu warna gigi tetap adalah kekuningan.
Pada kambing dan domba, jika satu pasang gigi seri sudah menjadi gigi tetap maka umur kambing itu adalah satu tahun. Sementara untuk sapi, jika satu pasang gigi seri sudah menjadi gigi tetap maka artinya umurnya sudah dua tahun.
Pilih yang Sehat
Hewan yang sehat biasanya gesit, lincah dan tidak loyo. Jika hewan yang akan anda beli nampak lesu, tidak bersemangat, dan suka menyendiri, maka kemungkinan hewan tersebut sedang sakit atau dalam kondisi tidak sehat.
Hewan yang sehat juga dapat diketahui dari cara makannya, jika hewan tersebut memiliki nafsu makan yang besar artinya dia sehat. Sedangkan hewan yang memiliki sedikit nafsu makan, atau bahkan tidak nafsu makan maka kemungkinan hewan tersebut tengah mengalami gangguan kesehatan.
Lihat Bagian Mata, Hidung, dan Anus
Pilihlah hewan yang bersih matanya, tidak belekan, tidak pucat, atau berwarna kuning, serta memiliki kelopak mata bagian dalam yang berwarna pink. Untuk bagian hidung, pilih yang sedikit basah namun tidak becek. Dan pada bagian anus, pilihlah hewan yang anusnya bersih karena jika kotor maka tandanya hewan tersebut sedang diare.
Ciri-ciri Hewan Kurban Yang Baik
- Pergerakannya sangat aktif saat didekati, lincah, kuat, bersemangat, tidak gelisah, tidak pincang, dan nafsu makan bagus.
- Rambut atau bulunya halus, tidak rontok, mengkilap, tidak botak, tidak ada parasit kulit (caplak, kutu, tungau, dll)
- Matanya jernih dan bersinar, pupil bereaksi cepat, terbuka penuh, tidak keluar air, tidak berwarna merah, tidak belekan dan keruh
- Bentuk tubuh standar, misalnya: tulang punggung relatif rata, kaki simetris, tanduk seimbang, dan postur ideal.
- Tidak banyak air liur yang keluar, serta tidak terdapat bintil-bintil merah di bibirnya.
- Hidungnya bersih, selaput lendir hidung berwarna merah terang, dan tidak mengeluarkan cairan.
- Mulut dan gusinya bersih, tidak menganga, tidak ngiler, dan tidak ada bercak peradangan.
- Celah kuku bersih, tidak ada peradangan, tidak ada luka, dan tidak ada pembengkakan.
- Kulitnya lentur/elastis, tidak ada bisul, tidak ada luka, tidak ada penebalan.
- Pangkal hingga ujung ekor bersih, kering, bulu ekor lebat, dan licin.
Pada intinya, syarat hewan kurban cukup mudah yaitu hewan tersebut sudah cukup umur untuk disembelih dan tidak cacat. Sehingga jangan mengurungkan niat anda untuk berkurban karena terlalu bingung dengan cara memilih hewan kurban yang baik di atas. Karena semua tergantung pada situasi serta niat yang tertanam dalam hati. (Adm)






























