Keluarga Salah Satu Korban Crane Masjidil Haram, Tagih Janji kepada Raja Salman

BEKASI BARAT – Menjelang kedatangan raja Arab Saudi, Salman Abdul Aziz Al Saud, ke Indonesia pada awal Maret nanti, membuat salah satu keluarga korban crane yang jatuh di Masjidil Haram Mekkah pada September 2015 lalu, Fery Mauludin, tagih janji Raja Salman yang dulu akan memberikan santunan kepada keluarga korban yang tewas.

“Iya, dulu janjinya seperti itu. Untuk korban yang tewas diberikan santunan berupa uang 1 juta real, atau sekitar 3,8 milyar rupiah. Namun janji tersebut belum terealisasi,” kata Zainab, ibunda Almarhum Fery, Senin (27/02).

Saat ditemui di rumahnya, di Jalan Kahuripan, Kelurahan Jakasampurna, Kecamatan Bekasi Barat, Kota Bekasi, Zainab mengaku, selain memberikan santunan, pihak Pemerintah Arab Saudi juga berjanji akan memberangkatkan haji dua keluarga korban tewas.

“Kalo kami diberikan santunan yah Alhmadulillah, uangnya kami buat biaya pendidikan anak almarhum yang sekarang sudah beranjak usia empat tahun,“ ujarnya sambil meneteskan air mata.

Ia juga mengatakan, jika memang diberikan kesempatan untuk berangkat ke Mekkah secara gratis, maka mereka akan ziarah ke makam Fery.

“Kalo keluarga kami diberikan kesempatan untuk berangkat ke Mekah tanpa dikenakan biaya atau gratis, kami akan melakukan ziarah ke makam Almarhum Fery, yang dimakamkan secara massal di sana,” tuturnya kepada infobekasi.co.id.

Sebenarnya keluarga Almarhum Fery sudah mengikhlaskan kepergian ayah satu anak tersebut. Namun karena janji-janji yang dulu pernah diucapkan Raja Salman yang sampai saat ini belum terealisasi, maka Zainab berharap, Pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Agama dan Pemerintah Arab Saudi sendiri dapat menjelaskan hal tersebut.

“Kami masih menunggu kejelasannya aja, dan kalo emang tidak ada, yasudah jangan dibesar-besarkan bahwa Pemerintah Arab Saudi akan memberikan santunan, itu saja,” ucapnya.

Diketahui, Almarhum Fery merupkan satu dari delapan jamaah haji asal Jawa Barat yang meninggal dunia saat crane di Masjidil Haram ambruk dan menimpa sejumlah jamaah haji lainnya.

Ia meninggalkan seorang istri bernama Linda Marlinda, dan seorang putrinya bernama Zia Aisyah Sabillah yang dulu masih berusia dua tahun.

Istri Almarhum untuk menghidupi dirinya dan putrinya saat ini hanya mengandalkan santunan dari PT Freeport, dimana Almarhum Fery bekerja. (Tio)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini