Mungkin hasil penelitian yang dilakukan oleh Dr Caroline Allen dari University of Stirling akan membuat anda merasa heran, aneh, dan mungkin akan bertanya-tanya, apa iya hasil penelitian tersebut benar? Pasalnya, penelitian yang disebut dengan efek Lynx, menghubungkan adanya pengaruh deodoran terhadap ketampanan seorang pria.
Pria yang termasuk dalam kategori biasa-biasa saja, menurut efek Lynx, jika mengenakan deodoran akan terlihat lebih ganteng dari sebelumnya.
Penelitian juga menemukan bahwa karakter fisik pria yang memiliki tulang rahang lebar, rambut tebal, dan tubuh tinggi termasuk dalam kualifikasi tampan.
Namun, pria pemilik tulang pipi kurus dianggap tidak menarik perhatian pria.
Nah, kenyataan menjadi sama sekali berbeda ketika pria bertulang pipi kurus mengenakan deodoran. Hasil penelitian mengungkapkan mereka banyak memperoleh perhatian wanita di lingkungan sekitarnya.
ia menyimpulkan bahwa pria yang kurang percaya diri bisa memanfaatkan deodoran untuk meningkatkan penampilan secara artifisial.
Bau badan dianggap sebagai kualitas kebersihan tubuh yang buruk dalam budaya modern.
Penelitian memperlihatkan bahwa aroma membantu orang memilih pasangan seksualnya karena aroma dapat menjadi petunjuk bagi kesehatan, diet, dan kompabilitas genetik.
Kata Dr Caroline, penelitiannya menemukan deodoran masih memberikan pengaruh besar bagi persepsi wanita terhadap pria.
Efek lynx ini menjadi sangat signifikan bagi pria yang kurang maskulin. (Adm)








































