4 Masalah Gizi yang Dialami Anak di Indonesia yang Sering Kita Tidak Sadari

Tidak sedikit orang menganggap bahwa anak kecil bertubuh gendut itu lucu dan menggemaskan. Tapi tidak banyak pula yang menyadari bahwa obesitas di masa kanak-kanak sebetulnya tidak sehat.

Bahwa balita yang gemuk, kurus, maupun pendek memiliki masalah pada status gizi mereka. Masalah ini akan berdampak pada kehidupan anak pada masa selanjutnya.

Tidak hanya itu, kali ini Infobekasi.co.id menyebutkan beberapa permasalahan status gizi yang dialami oleh anak:

Stunting

Masalah stunting ini dapat berdampak pada masa dewasa anak dalam menentukan keputusan mereka, terutama terkait masalah pekerjaan. Bisa saja, anak jadi sulit bersaing menghadapi tantangan kerja di masa yang akan datang.

Bayi dengan berat badan rendah

Anak dengan berat badan lahir rendah, berisiko di usia tua mengalami sindrom metabolik, seperti diabetes, hipertensi. Anak pun berpeluang menjadi obesitas ke depannya.

ketika bayi lahir dengan berat badan rendah, biasanya ibu akan merasa bersalah. Ia akan memberi makanan kepada anaknya, hingga anak menjadi gemuk dan melewati batasnya. Pada nantinya, anak akan bertumbuh menjadi remaja dan dewasa yang gemuk, sehingga faktor risiko penyakit degeneratifnya tinggi.

Kekurangan zat gizi mikro

Kekurangan vitamin A dapat menyebabkan gangguan pada mata, daya tahan tubuh, dan pertumbuhan. Sementara anak yang kekurangan vitamin D bisa mengalami pada tulang.

Kelebihan asupan GGL

Salah satu kebiasaan yang tidak disadari adalah konsumsi GGL (gula, garam, lemak) yang berlebih. Padahal banyak sekali produk yang gulanya cukup tinggi. Setiap orang harus mengetahui batas dari konsumsi gula (4 sendok makan), garam (1 sendok teh), dan lemak (5 sendok makan minyak) porsi aman tiap hari.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini