Di Balik Layar: Kisah Petugas TPS Tak Tidur Dua Hari

Infobekasi.co.id – Pemilu 2019 menguras cukup banyak tenaga, pikiran, dan waktu. Proses pemungutan suara yang berlangsung pada Rabu, 17 April 2019 di Bekasi berjalan dengan kondusif. Tak ada kejadian menonjol, apalagi sampai terjadi konflik.

Tapi, kesuksesan itu tak lepas dari peran petugas di lapangan. Mereka adalah panitia pemungutan suara, mereka ini bisa dibilang pion-pion perjuangan pesta demokrasi di negara ini, Indonesia. Jumlahnya mencapai puluhan ribu yang tersebar di 6721 TPS di Kota Bekasi. Belum lagi di Kabupaten Bekasi, jumlahnya tak kalah banyak.

Mereka bekerja sepenuh hati, tak memikirkan hiruk-pikuk politik yang cukup gaduh.

Seorang Ketua PPS di TPS kawasan, Jatiwaringin, Pondokgede, Syarul sampai-sampai tidak tidur selama sehari dua malam. Penyebabnya banyak. Dimulai dari keterlambatan pengiriman logistik dari PPK ke TPS.

“Logistik baru datang jam 03.00 dini hari, itu pun kami yang menjemput. Enggak seperti 2014, logistik dari sore sudah ada,” kata Syahrul mengisahkan kepada Info Bekasi, Kamis (18/4).

Otomatis waktu istirahat malam sebelum “tempur” pada 17 April terbuang demi menunggu logistik sampai pagi. Belum sempat tidur, jam 07.00 harus membuka TPS, menyambut kedatangan calon pemilih. Beruntung, kata dia, proses pencoblosan sampai pukul 13.00 WIB berjalan lancar.

“Tempat kami petugasnya anak-anak muda semua, tapi mereka mau belajar,” ujar dia.

Paling banyak dikeluhkan antara DPT dan DPK. Dia yang sudah faham menaruh sebuah tablet di tempat pendaftaran, supaya calon pemilih tanpa C6 segera diperiksa, apakah masuk di dalam DPT atau tidak. Jika tidak, maka diminta menunggu sampai jam 12.00.

Selesai proses pencoblosan masalah muncul. Formulir C1 untuk merekapitulasi perolehan suara tidak ada. Petugas kelimpungan, mencari ke sana kemari tidak membuahkan hasil. Penghitungan pun molor. “Saya mengakali dengan membuat sendiri, yang penting saksi tidak keberatan,” ujar dia.

Sampai tengah malam penghitungan suara belum juga selesai, masih menyisakan dua kotak. Meski begitu petugas tetap bekerja menjalankan tugas sampai selesai. Hingga akhirnya, baru benar-benar selesai pukul 03.00. Plong, hasil hitungan kemudian dikirimkan ke PPK. Baru istiarahat sejam, petugas beres-beres logistik untuk dikembalikan.

“Pemilu tahun ini kacau, tidak sebanding honornya,” ujar dia.

Bawaslu Kota Bekasi menyoroti kinerja KPU setempat. Penyebabnya, mulai dari keterlambatan pengiriman logistik, surat suara kurang, dan masih banyak lainnya. (fiz)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini