Dear Warga Kabupaten Bekasi, Pj Bupati Minta Pendapat Anda Nih

Infobekasi.co.id – Lahan dan Gedung Islamic Centre Kabupaten Bekasi yang tidak pernah dimanfaatkan sesuai fungsinya rencananya bakal digunakan untuk fasilitas sosial dan fasilitas umum untuk warga.

Namun untuk memastikan pemanfaatannya, masyarakat diminta berpartisipasi untuk memberikan ide pembangunan dari lahan dan gedung yang berlokasi di Desa Srimahi, Kecamatan Tambun Utara tersebut.

“Nanti Bappeda bikin konsultasi publik saja untuk pemanfaatan lokasi ini. Nah kami akan buka, akan tampung aspirasi masyarakat terkait rencana mau dijadiin apa?,” ucap Penjabat Bupati Bekasi Dani Ramdan usai meninjau lahan dan Gedung Islamic Centre, Senin (30/5).

Dia mengatakan, beberapa tahun sebelumnya sempat muncul ide pembangunan di lahan dan Gedung Islamic Centre. Seperti pusat fasilitas sosial dan rumah sakit umum daerah tipe D.

“Awalnya kan memang mau dibangun Islamic Center, tapi kemarin pas 2018 diubah menjadi pusat fasilitas sosial. Karena dipandang kalau jadi Islamic Center, katanya terlalu jauh dari pusat kota,” katanya.

“Ada lagi ide, karena kemarin Covid-19, ada usul mau dijadiin rumah sakit. Karena rumah sakit tipe D paling dekat itu, RSUD Cabangbungin, masih 10 kilometer dari sini,” lanjut Dani.

Baca juga : Jalan Cikarang-Cibarusah Dalam Waktu Dekat Dilebarkan

Selain rencana-rencana tersebut, Dani juga mendapat usulan dan pertanyaan dari warga Kabupaten Bekasi melalui media sosial. Seperti soal pembangunan alun-alun dan universitas negeri di Kabupaten Bekasi.

“Banyak masyarakat Kabupaten Bekasi ini yang nanya langsung ke saya melalui media sosial. Kemudian ada juga yang mengusulkan bikin universitas negeri di Kabupaten Bekasi,” katanya.

Atas dasar itu, Dani akan meminta dan menampung aspirasi masayarakat untuk pemanfaatan lahan dan Gedung Islamic Centre yang kini sudah terbengkalai.

“Nah kami akan buka, akan tampung aspirasi masyarakat terkait rencana mau dijadiin apa? Lokasinya di mana? Nanti kami tuangkan dalam perencanaan kami,” katanya.

Gedung Islamic Center dibangun di lahan seluas lima hektar. Sedangkan total lahan yang telah digunakan di gedung yang kini terbengkalai hanya seluas tiga hektar.

Gedung Islamic Centre Kabupaten Bekasi dibangun pada 2009, atau di masa kepemerintahan Almarhum Bupati Bekasi Sa’duddin. Anggaran pembangunannya saat itu mencapai Rp50 miliar yang bersumber dari APBD Kabupaten Bekasi.

Hingga kemudian proyeknya dihentikan pada 2012 lantaran Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Jawa Barat menemukan adanya dugaan korupsi dengan kerugian negara mencapai Rp8,9 miliar. Sejak saat itu, Gedung Islamic Centre Kabupaten Bekasi dibiarkan terbengkalai tanpa kejelasan.(kendra)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini