Jajang Tohri, Jatuh Bangun Rintis Jualan Burung Ocehan

infobekasi.co.id – Bagi penghobi burung kicau, kios burung menjadi surga. Peluang bisnis ini dimanfaatkan oleh Jajang Tohri alias Andi. Pedagang burung kicau, serta pakan burung di Kaliabang Bungur, Kota Bekasi

Kisah Andi Jajang Tohri (44), memulai usaha kios burung berawal dari kecintaannya terhadap burung kicau. Jatuh bangun dalam merintis usaha pernah dialaminya. Mulai dari ditipu, hingga kiosnya dibobol maling.

“Berawal dari hobi burung. Sekarang jadi usaha seperti ini. Untung rugi pernah saya rasakan. Ditipu orang, kios kemalingan,” cerita Jajang saat berbincang dengan jurnalis infobekasi.co.id di lapak kios burung Kaliabang Bungur, Bekasi, Selasa (3/1/2023).

Dirinya pernah kerja di katering makanan, memutuskan ‘hijrah’ membuka usaha kios burung. Ia berfikir, dengan beralih usaha, kondisi ekonomi keluarganya bisa lebih baik lagi.

“Pernah kerja di katering 7 tahun lalu. Saya memutuskan buka kios ajah sekitar tahun 2017. Selain dagang begini, bisa tetap menjaga hobi, dan buat mata pencarian utama,” ucap pria berambut gondrong tersebut.

Lelaki asal Kuningan, Jawa Barat ini memilih lapak usaha kios di Kaliabang Bungur,  lantaran dekat dengan jalan raya. Meski sudah tiga kali pindah lapak selama berjualan burung kicau.

“Udah tiga kali pindah lapak. Sekitar tujuh tahun saya jualan begini. Ya yang namanya usaha, kadang sepi, kadang ramai, itu sudah biasa,” ujarnya.

Ia mengaku, omset yang besar itu dari jualan pakan. Semisal pur ayam, jangkrik, dan pakan burung kicau.

“Kalau lagi ramai bisa untung Rp 1 juta sehari. Kalau lagi sepi ya paling Rp.500 ribu,” ucap ayah tiga anak tersebut.

Usaha tidak selamanya manis. Risiko kerugian juga pernah dialami, mulai ditipu, hingga dicuri tasnya yang berisi surat-surat kendaraan, STNK, KTP, dan surat penting lainnya digondol maling.

“Kerugian yang paling saya trauma itu saat kios saya dibobol maling. Dan belum lama juga tas berisi uang, surat-surat berharga dicuri, saat saya sedang tidur jaga kios,” kenang Andi sapaan akrab Jajang Thori.

Jajang sempat trauma. Lantaran Ia harus mengurus surat-surat berharga yang hilang, akibatnya kiosnya sempat ditutup beberapa hari.

“Yang paling lelah itu ngurus surat berharga. Kios sampai tutup beberapa hari. Ini mungkin ujian dalam berdagang,” kata Jajang.

Meski mengalami kerugian, dan beberapa kali ditipu orang. Jajang tak patah semangat, Ia bangkit. Ia yakin hal itu sebuah ujian dari Tuhan. Ikhlas, berdoa, dan pasrah menjadi kunci dirinya bangkit berjualan.

“Saya bangkit lagi. Jualan lagi, mungkin ini teguran juga, saya musti bersedekah. Memperbaiki pola usaha saya. Saya ikhlas, saya ridho jika ini menjadi titik balik usaha saya. Semoga kedepannya berkah,” tutur Jajang.

Selang beberapa lama, usai kejadian tersebut. Jajang percaya bahwa Tuhan itu maha adil. Ada seorang kawan lama, memberi kepercayaan modal usaha berupa barang-barang kebutuhan di kios.

Di tambah, ada konsumen yang percaya menitipkan peliharaannya berupa burung kicau untuk dijual kembali di kios Jajang. Tanpa modal, hanya kepercayaan. Keajaiban hadir saat itu, kerugian diganti dengan keberkahan.

“Alhamdulillah, dari hikmah kejadian itu, ada kawan yang membantu modal dagangan tanpa keluar duit sepeserpun. Ada juga konsumen yang mempercayakan peliharaan burungnya untuk dijual. Ya, modal kepercayaan saja,” tutur Jajang.

Jajang yakin, dengan kuasa Tuhan. Dengan kita berdagang secara baik dan tidak curang, Tuhan memberikan jalan keluar. Orang-orang baik hadir disaat dirinya kesulitan.

“Asal kita yakin, jaga kepercayaan. Itu kunci utama dalam usaha,” katanya singkat.

Jajang berharap, ke depannya dirinya bisa mendapatkan modal usaha. Kiosnya penuh dengan aneka pakan, peralatan sangkar, dan beraneka ragam burung kicau.

“Saya berharap, kios saya kedepannya punya perengkapan, kumplit. Sehingga konsumen, enggak jauh-jauh beli disini. Ya mudah-mudahan Allah ijabah harapan saya,” ucap  Jajang.

Pesan Jajang kepada para pemula yang ingin memulai usaha, yakni tetap konsisten, dan jaga kepercayaan. Pantang menyerah, pantang mengeluh, pantang jenuh. Jika usaha dilakukan dengan konsisten, hobi dan menjaga kepercayaan. Kedepannya, bakal dirasakan buah dari usaha tersebut

“Jangan putus asa. Konsisten dalam berdagang. Dan jaga kepercayaan dengan orang lain. Ini berlaku usaha apapun,” tutup Jajang.

Penulis: Deros D. Rosyadi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini