Infobekasi.co.id – Komandan Kodim 0507 Bekasi, Letkol Arm Krisrantau Hermawan, memastikan belum ditemukan adanya kasus keracunan siswa akibat program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Bekasi.
“Alhamdulillah di Kota Bekasi ini belum ada terjadi seperti itu,” ujar Krisrantau, Jumat, 26 September 2025.
Untuk menghindari keracunan, pihaknya melakukan pemantauan rutin di 56 sentra Satuan Pelayanan dan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Ia mengingatkan para kepala SPPG di Kota Bekasi untuk selalu mengecek pendistribusian Makan Gizi Gratis (MBG) secara berkala dan berhati-hati.
“Sesuai perintah saya, setiap menu MBG harus dicek, dilihat, dicium untuk mendeteksi bau aneh, kemudian difoto dan dikirimkan. Jadi setiap sore saya dapat kiriman menu-menu setiap SPPG, setiap dapur menunya apa,” ujarnya.
Pemilihan bahan baku dan sterilisasi wadah harus sesuai standar Badan Kesehatan Nasional (BKN). “Mulai dari pemilihan bahan, asal bahan yang dibeli, proses pengiriman, hingga penyimpanannya harus diperhatikan,” jelasnya.
Prosedur tersebut diharapkan dapat meminimalisir terjadinya keracunan makanan. “Dengan harapan dapat meminimalisir hal-hal yang tidak diinginkan, khususnya yang menimpa anak-anak,” ujarnya.
Sebelumnya, Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Muhammad Qodari menyebutkan bahwa kasus keracunan massal masih sering terjadi karena banyak Satuan Pelayanan dan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang belum menerapkan standar keamanan pangan.
Dari 1.379 SPPG, baru 413 yang memiliki SOP keamanan pangan, dan hanya 312 yang menjalankannya dengan benar.
Qodari menegaskan, jika kasus keracunan ingin ditekan, maka setiap SPPG wajib memiliki dan menjalankan SOP keamanan pangan. Selain itu, SPPG juga harus memiliki Sertifikasi Laik Hygiene dan Sanitasi (SLHS) dari Kementerian Kesehatan.
Reporter : Fahmi
Editor : Dede Rosyadi





























