Infobekasi.co.id – Di tengah derasnya arus modernisasi kuliner, sosok Mak Lina tetap setia menjajakan bubur kukus, makanan tradisional yang mulai jarang ditemui. Di usia 65 tahun, warga asli Kampung Tanah Tinggi, Desa Setia Asih, Tarumajaya ini tak pernah lelah berkeliling kampung menjajakan dagangannya.
Dengan senyum ramahnya, Mak Lina menawarkan bubur kukus buatannya yang terbuat dari beras dan kelapa yang ditumbuk, lalu dikukus dan disajikan dengan gula merah cair. Selain bubur kukus, ia juga menjual pecel sayur dan gorengan sebagai pelengkap.
“Alhamdulillah, dari jualan ini saya bisa membesarkan lima anak dan sekarang sudah punya 11 cucu,” ujar Mak Lina saat ditemui infobekasi, di sela-sela berjualan di sekitar Kampung Tanah Tinggi Setia Asih, Kabupaten Bekasi beberapa waktu lalu.
Semangat Mak Lina dalam melestarikan kuliner tradisional patut diacungi jempol. Di tengah banyaknya jajanan modern yang bermunculan, ia tetap mempertahankan resep warisan keluarga dan terus menjajakannya dengan penuh cinta.
“Saya ingin bubur kukus ini tetap dikenal dan disukai banyak orang. Ini kan makanan tradisional yang kudu dilestarikan,” katanya.
Bagi warga sekitar Tarumajaya, khususnya Kampung Tanah Tinggi, bubur kukus Mak Lina sudah menjadi langganan. Rasanya yang khas dan harganya yang terjangkau membuat bubur ini selalu menjadi pilihan favorit untuk camilan sore.
“Et dah pake difoto,” celetuk Mak Lina dengan raut wajah yang mulai mengeriput.
Jika Anda sedang berada di sekitar Tanah Tinggi Setia Asih, Bekasi, jangan lewatkan kesempatan untuk mencicipi bubur kukus Mak Lina yang mulai langka.
(Pepeng)
Editor : Deros
#infobekasi #kulinerinfobekasi #buburkukus #kulinerindonesia #tarumajaya #bekasi








































