Kampung Busilen: Asal Usul Nama dari Singkatan Buwek, Siluman dan Jejalen
Infobekasi.co.id – Di tengah hiruk pikuk kawasan Tambun yang padat, tersembunyi sebuah kisah menarik tentang sebuah desa bernama Busilen. Nama yang mungkin asing bagi sebagian orang, namun menyimpan sejarah panjang tentang bagaimana sebuah wilayah berkembang dan berubah seiring waktu.
Busilen: Lebih dari Sekadar Nama
Bagi warga Bekasi yang tumbuh besar di era 70-an, nama Busilen mungkin sudah tidak asing lagi. Namun, tahukah Anda bahwa nama ini bukan sekadar nama desa biasa? Busilen ternyata merupakan singkatan dari tiga kampung besar yang dulunya menjadi cikal bakal wilayah ini: Buwek, Siluman, dan Jalen.
Perjalanan Waktu: Dari Satu Desa Menjadi Empat Bagian
Kawasan Tambun, yang kini terbagi menjadi Tambun Selatan dan Tambun Utara, memiliki total 18 desa. Empat di antaranya, yaitu Sumberjaya, Mangunjaya, Tridayasakti, dan Jejalen Jaya, dulunya merupakan satu kesatuan wilayah bernama Desa Busilen.
Sebelum tahun 1976, Desa Busilen memiliki wilayah yang cukup luas, berbatasan dengan Desa Satriajaya di utara, Desa Tambun di selatan, Desa Wanasari di timur, dan Desa Setiamekar di barat. Namun, perubahan demografi dan kebutuhan administrasi mendorong pemerintah Kabupaten Bekasi untuk melakukan pemekaran wilayah.
Pemekaran Wilayah: Babak Baru dalam Sejarah Busilen
Pada tahun 1976, pemerintah Kabupaten Bekasi memutuskan untuk memekarkan Kecamatan Tambun menjadi 18 desa. Desa Busilen pun tak luput dari pemekaran ini, menghasilkan empat desa baru yang masing-masing memiliki karakteristik dan potensi unik.
– Desa Sumberjaya: Dikenal dengan Kampung Buwek yang menjadi pusat kegiatan ekonomi dan sosial.
– Desa Mangunjaya: Menyimpan cerita mistis tentang Kampung Siluman yang konon dihuni oleh makhluk halus.
– Desa Tridayasakti: Wilayah yang berkembang pesat dengan hadirnya perumahan dan kawasan industri.
– Desa Jejalen Jaya: Tetap mempertahankan nuansa pedesaan dengan hamparan sawah dan perkebunan.
Busilen Hari Ini: Memori Kolektif yang Terus Hidup
Meskipun telah terpecah menjadi empat desa dan berada di dua kecamatan yang berbeda, nama Busilen tetap hidup dalam memori kolektif masyarakat Tambun. Nama ini menjadi pengingat akan masa lalu, ketika tiga kampung bersatu dan membentuk identitas sebuah desa yang kini telah berkembang pesat.
Menelusuri jejak Desa Busilen adalah perjalanan untuk memahami bagaimana sebuah wilayah berevolusi, beradaptasi, dan terus berkembang. Kisah ini menjadi bukti bahwa sejarah selalu relevan dan dapat memberikan inspirasi bagi generasi masa kini.
Penulis: Pepeng
Editor : D. Rosyadi
#Infobekasi #Busilen #Tambun #Bekasi

