Dari Goresan Kapur hingga Sentuhan Jari: Media Ajar di Era Digital

Infobekasi.co.id – Baru-baru ini, Presiden RI Prabowo Subianto meresmikan penggunaan smartboard di sekolah yang ada di Bekasi. Hal itu dinilai sebagai upaya mempercepat transformasi media ajar di Indonesia. Namun, di sudut pelosok sekolah di negeri ini, papan tulis konvensional masih berdiri kokoh.

Papan tulis itu sebagian menghitam karena kapur yang tak pernah absen setiap hari. Sebagian lagi putih mengkilap, menunggu goresan spidol. Media ini sudah puluhan tahun menjadi sahabat guru, tempat ide, rumus, dan cerita mengalir tanpa henti.

Saat ini dibeberapa sekolah, sebuah layar besar menyala terang. Siswa mendekat, menyentuh layar, menggerakkan gambar, memperbesar grafik, atau memutar video pembelajaran. Inilah smartboard, simbol transformasi pendidikan menuju era digital.

Kendati demikian, papan tulis konvensional tetap digemari lantaran kesederhanaannya. Tidak perlu listrik, tidak perlu jaringan internet. Guru tinggal mengambil kapur atau spidol, dan pelajaran dimulai. Banyak pendidik merasa bebas, spontan, dan cepat ketika menulis langsung tanpa harus berurusan dengan teknologi. Namun, papan jenis ini memiliki batas, tulisannya mudah hilang, sulit menampilkan visual modern, dan debu kapur kerap mengganggu kenyamanan di kelas.

Berbeda dengan itu, smartboard hadir seperti jendela dunia. Video sains, peta interaktif, simulasi matematika, hingga presentasi digital bisa ditampilkan dengan mudah. Siswa dapat berkolaborasi langsung di layar dengan sentuhan jari. Pembelajaran pun menjadi lebih hidup. Smartboard juga memungkinkan catatan dinyatakan dan dibagikan kepada siswa setelah kelas berakhir.

Namun teknologi tentu punya harga. Biaya pembelian smartboard dapat mencapai puluhan hingga ratusan juta rupiah. Perawatannya rumit, dan pemadaman listrik dapat menghentikan proses belajar dalam sekejap. Guru yang belum terbiasa dengan teknologi pun membutuhkan waktu untuk beradaptasi.

Pada akhirnya, papan tulis konvensional dan smartboard bukanlah pesaing, melainkan dua alat yang memiliki cerita dan keunggulan masing-masing. Di sekolah modern, keduanya justru sering berdampingan: papan konvensional sebagai media sederhana dan cepat, smartboard sebagai jembatan menuju pembelajaran masa depan.

(Dede Rosyadi)

#Smartboard #PapanTulis #infobekasi #Bekasi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini